BERTUAHPOS — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu, 23 Juli 2025.
Meski begitu, rupiah sempat ditutup menguat tipis pada Selasal, 22 Juli 2025 ke posisi Rp16.319,50 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, penguatan rupiah sebesar 0,02% atau 3,5 poin terjadi di tengah menguatnya indeks dolar AS sebesar 0,10% ke level 97,94.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia lainnya tercatat beragam. Rupee India melemah 0,11%, yuan China terkoreksi 0,08%, baht Thailand turun 0,31%, won Korea Selatan melemah 0,39%, dan dolar Taiwan serta dolar Singapura masing-masing melemah 0,12%.
Yen Jepang juga ikut tertekan 0,18%. Sebaliknya, ringgit Malaysia dan peso Filipina berhasil menguat masing-masing 0,05% dan 0,21%.
Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.310–Rp16.360 dengan kecenderungan ditutup melemah.
Faktor eksternal menjadi pendorong utama pergerakan rupiah, termasuk ancaman tarif impor 30% oleh Presiden AS Donald Trump terhadap produk dari Uni Eropa serta ketegangan antara Trump dan The Fed terkait suku bunga.
“The Fed diperkirakan tetap mempertahankan suku bunganya dalam waktu dekat,” ujarnya.
Dari sisi domestik, perlambatan ekonomi global diprediksi turut memengaruhi ekspor Indonesia.
Ibrahim menilai pemerintah perlu mendorong kebijakan countercyclical seperti peningkatan belanja produktif dan stimulus fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Meski kebijakan moneter Bank Indonesia dinilai sesuai dengan tren inflasi rendah, kebijakan fiskal dan moneter belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan, namun dapat menahan laju perlambatan.***









