• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Elite Partai Demokrat Tanggapi Soal Postingan Akun YLBHI Sejajarkan Presiden Jokowi Dengan Presiden ke-2 Soeharto

admin-bpc by admin-bpc
14 Februari 2022
Elite Partai Demokrat komentari foto editan Presiden JOkowi disejajarkan dengan Presiden Soeharto

Elite Partai Demokrat komentari foto editan Presiden JOkowi disejajarkan dengan Presiden Soeharto (foto/instagram)

123
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU– Viral postingan akun YLBHI sejajarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden RI ke-2 Soeharto. Apalagi ditambah narasi adanya kesamaan atas pemerintahan kedua Presiden tersebut.

Dilansir dari Detik.com, elite Partai Demokrat, Kamhar Lakumani turut angkat suara dan menyebut kritikan dari YLBHI itu sebagai refleksi. “Ekspresi koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia yang diamplifikasi YLBHI adalah bagian dari dinamika demokrasi. Bukan wacana picisan sebagaimana lazim dipertontonkan buzzerRp penguasa. Melainkan ini hasil refleksi mendalam sebagai evaluasi memasuki tahun ke-8 perjalanan Pemerintahan Jokowi,” sebut Kamhar Lakumani, Senin 14 Februari 2022.

Kamhar menyebut 10 poin yang disampaikan pada foto editan itu menandakan pemerintah telah gagal menjalankan amanat reformasi. Bahkan menurut Kamhar pemerintahan saat ini justru membawa keadaan seperti zaman Orde Baru (Orba).

“Dari 10 poin pemikiran yang dipresentasikan dapat disimpulkan bahwa pemerintahan saat ini telah gagal menjalankan amanat reformasi, malah membawa Indonesia kembali seperti masa Orba yang ditandai sistem ekonomi yang bercorak kapitalisme perkoncoan (oligarki), sistem politik yang otoriter, dan sistem pemerintahan yang diresentralistik,” sebut Kamhar.

Kamhar menilai kritikan tersebut wajar dan tidak berlebihan. Baginya hal tersebut karena ingatan publik terkait UU Cipta kerja hingga UU Ibu Kota Negara (IKN) yang berjalan sangat cepat.

“Sangat wajar jika menimbulkan keresahan dan kritik mendalam utamanya bagi elemen masyarakat sipil (civil society) yang bisa membaca dengan jelas ke mana arah penguasa membawa bangsa ini. Masih kuat melekat dalam memori publik bagaimana revisi UU KPK, Ciptaker, pemindahan IKN dioperasi dan diwujudkan dalam waktu singkat tanpa ada uji publik,” sambung Kamhar.

Dirinya menyebut Presiden Jokowi mestinya membaca kritikan tersebut. Kamhar berpesan jangan sampai Presiden Jokowi menjadi malin kundang reformasi.

“Pak Jokowi harus membaca kritik ini sebagai masukan agar tak terjebak dan tercatat sebagai Malin Kundang Reformasi. Mengkhianati bahkan membunuh demokrasi yang melahirkannya sebagai anak kandung reformasi,” sebut Kamhar. (bpc4)

Tags: presiden JokowiYLBHI
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

admin-bpc

admin-bpc

Berita Terkait

Larangan ekspor Bauksit
Nasional

Kisaran Gaji Bagaskara, Keponakan Presiden yang Dilantik sebagai Manager Non-Government Relations di PT Pertamina

...

Read moreDetails
Presiden Joko Widodo meresmikan Persemaian Bibit Modern Rumpin di Bogor pada Jumat (10/6), bentuk kolaborasi pemerintah dan APRIL dalam mengatasi perubahan iklim

Persemaian Rumpin, Contoh Nyata Kolaborasi Pemerintah-Swasta Atasi Perubahan Iklim

industri farmasi sangat diuntungkan

Pihak yang Gemar Impor Tak Akan Suka dengan Gagasan Jokowi yang Ingin Indonesia Jadi Negara Industri

jokowi disejajarkan dengan soeharto

YLBHI: Apa Alasannya Buat Kami Cabut Foto Jokowi-Soeharto?

PKB Sebut Bakal Ada Kejutan Direshuffle Kabinet

sertifikasi wawasan kebangsaan, jenderal dudung

Saleh Partaonan Daulay: Jokowi Harus Tegur Menag Yaqut, Tak Pantas Pejabat Negara Bicara Seperti Itu

Next Post

Cek Harga Karet Rakyat di Riau Pekan Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.