UMKM Kredit di BRK, Sri Wahyuni: Mau Tidak Mau, Ya Usaha

Jumat, 09 Pebruari 2018 17:15
UMKM Kredit di BRK, Sri Wahyuni: Mau Tidak Mau, Ya Usaha
Sri Wahyuni, nasabah BRK/bpc3

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Sri Wahyuni (38) merasakan betul bagaimana susahnya hidup karena terdampak dalam krisis ekonomi di 2012 lalu. Dia dan suaminya resah. “Kebutuhan sehari-hari juga harus dipenuhi, mau enggak mau, ya usaha,” ungkap ibu asal Ponorogo ini.

Yuni pun memberanikan diri meminjam modal ke BRK. Walaupun di awal ia sempat ragu bergabung bersama BRK. Namun keyakinannya mantap demi memperbaiki perekonomian keluarganya. Maka, dia memulai pinjaman tahap awal sebesar Rp 150 juta dalam jangka 60 bulan. 

“Waktu itu saat pengajuan kredit, ditanyakan kalo gak bisa angsuran jangka pendek ambil jangka panjang 60 bulan. Setelah ambil 60 bulan ternyata emang bisa. Terus kebun itu kalo dirawat betul-betul akan bertambah hasilnya. Dalam waktu 2 tahun, pinjaman 5 tahun itu tutup dan tambah. lagi 5 tahun beli kapling satu lagi," kata Sri.

Inilah kemudian jadi alasan Yuni memilih BRK karena rekomendasi keluarga yang menyampaikan, jika di BRK suku bunga ringan serta pelayanannya bagus. “Banyak bank lain menawarkan, namun tidak tergiur. Karena dilihat dulu suku bunga berapa, jenis pinjaman apa, terus keuntungan apa. Karena kita harus tahu jenis pinjamannya. Nah, suku bunga BRK jelas lebih rendah dibanding bank lain," papar ibu 4 orang anak ini.

Pada tahap kedua, Yuni mengajukan pinjaman Rp 150 juta lagi. Yang ketiga atas nama suami mengajukan pinjaman sebesar Rp 30 juta. Usaha yang dimulai dari 0 tahun 2012 hingga kini sudah mampu memiliki 13 hektare kebun sawit. 

Malah demi usaha, Yuni lebih fokus pada pondasi keuangan daripada rumah. Keberanian Yuni bersama keluarga mengajukan pinjaman modal kerja ke BRK ternyata dipicu setelah pinjaman pertama lancar - lancar saja. Makanya ia pun melanjutkan ke pinjaman kedua. “Ya.. kalau ditunggu ngumpul-ngumpulin duit mau sampai kapan,” tutur Yuni. 

Dengan suku bunga yang kecil dan terjangkau masyarakat, Yuni berharap ke depannya BRK lebih sukses dan lebih membahagiakan nasabah-nasabah yang ingin atau telah bergabung. Kepuasan mitra bersama BRK, membuat Yuni berniat melanjutkan pinjaman tahap berikutnya. Guna menambah varian usaha serta memperluas kebun. 

“Ini sudah periode ketiga. Untuk periode ke empat saya ada rencana untuk menunjang usaha-usaha jual baju, sembako, dan juga beli tanah untuk membangun ruko. Untuk tempat usaha tersebut, peminjaman tahap ini kami akan mengajukan Rp 1 miliar," sambungnya. 

"Kami yakin Bank Riau Kepri terus menunjang dan membantu bagi pengusaha-pengusaha UMKM yang ingin usahanya lebih berkembang pesat. Bukan hanya itu, BRK juga mengajarkan cara pengusaha untuk mengelola dana anggaran modal yang kecil mampu membangun usaha yang memuaskan," tambah Sri. 

Untuk diketahui, Bank Riau Kepri akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) hari ini, Jumat (9/2/2018). Rencananya RUPS ini akan dilaksanakan di menara Dang Merdu Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. (bpc3)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.