• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Benarkah Bentuk Bumi Berubah akibat Mencairnya Es Kutub?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
2 November 2026
Benarkah Bentuk Bumi Berubah akibat Mencairnya Es Kutub?
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Bentuk Bumi perlahan mengalami perubahan akibat mencairnya lapisan es di Greenland dan Antarktika, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth pada 9 September 2026. Bagian padat planet ini terdeteksi semakin membulat seiring pergeseran massa es dan air di permukaan.

Penelitian dilakukan Christoforos Kotsakis, profesor geodesi dari Aristotle University of Thessaloniki, Yunani. Ia menggunakan data Global Navigation Satellite System untuk mengamati perubahan permukaan Bumi dalam rentang 1997 hingga 2015.

Hasil pengamatan memperlihatkan bagian padat Bumi berubah bentuk dengan kecepatan yang meningkat. Pada periode 2011–2015, pengangkatan permukaan di wilayah kutub dan penyusutan tonjolan di khatulistiwa mencapai sekitar 1 milimeter per tahun.

Angka itu naik dibandingkan periode 1997–2000 yang tercatat sekitar 0,5 milimeter per tahun. Perubahan tersebut menunjukkan dampak mencairnya lapisan es terhadap bentuk fisik Bumi semakin terlihat melalui pengukuran satelit.

Secara alami, Bumi bukanlah bola sempurna. Rotasi planet menyebabkan bagian khatulistiwa sedikit menggembung, sedangkan wilayah kutub relatif lebih pipih, sehingga bentuknya dikenal sebagai oblate spheroid.

Pemanasan global memicu perubahan distribusi massa di permukaan Bumi. Mencairnya lapisan es dalam jumlah besar di Greenland dan Antarktika mengurangi tekanan yang selama ini membebani daratan di bawahnya.

Akibatnya, permukaan tanah di wilayah kutub perlahan terangkat kembali melalui proses yang dalam ilmu keBumian dikenal sebagai glacial isostatic adjustment. Proses itu berlangsung bertahap ketika lapisan es mencair dan daratan di bawahnya menyesuaikan diri.

Pada saat bersamaan, air hasil pencairan es berpindah menuju lautan dan menyebar ke berbagai wilayah. Perubahan distribusi massa tersebut turut memengaruhi bentuk permukaan Bumi, terutama di sekitar khatulistiwa.

Perubahan bentuk Bumi dalam skala milimeter per tahun memang tidak dapat diamati langsung oleh manusia. Namun, fenomena itu menjadi indikator penting untuk memahami dampak pemanasan global terhadap sistem planet secara menyeluruh.*

Tags: Antarktikabentuk BumiChristoforos Kotsakises kutubgeodesiglacial isostatic adjustmentGNSSGreenlandJournal of Geophysical Researchoblate spheroidpemanasan globalperubahan iklim
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

5 Daerah di Riau Dilanda Karhutla, 7 Helikopter Dikerahkan. Karhutla Picu Krisis Ekologi, Ini Saran Solusi dari Ahli
Lingkungan

Karhutla Picu Krisis Ekologi, Ini Saran Solusi dari Ahli

...

Read moreDetails
WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global

Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Next Post
Rekomendasi 4 Sepatu Gym Pria Terbaik Lengkap Harganya

Rekomendasi 4 Sepatu Gym Pria Terbaik Lengkap Harganya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.