• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 September 2026
Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah

Seorang petani membawa hasil panen karet menggunakan perahu sampan di waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau, saat kabut asap melanda pada Agustus 2026 | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Suhu permukaan laut global mencatat rekor bulanan tertinggi pada Agustus 2026, dengan suhu harian sempat menyentuh 21,11 derajat Celsius—menjadi level tertinggi sepanjang catatan pengamatan.

Rekor tersebut disampaikan oleh Copernicus Climate Change Service (C3S)—yang juga mencatat suhu udara permukaan global sepanjang bulan itu, mencapai 1,65 derajat Celsius di atas rata-rata era praindustri.

Angka itu menjadikan Agustus 2026 sebagai bulan pertama—sejak November 2025—yang kembali melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius, sekaligus menyamai rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat pada Juli 2023.

Suhu permukaan laut di luar wilayah kutub turut menyamai rekor bulanan yang sebelumnya tercatat pada Maret 2024.

Strategic Lead for Climate ECMWF, Samantha Burgess, menyebut fenomena ini sebagai catatan yang luar biasa dalam sejarah iklim global.

“Agustus 2026 merupakan bulan yang luar biasa. Suhu global mencapai 1,65 derajat Celsius di atas tingkat praindustri dan kembali melampaui ambang 1,5 derajat Celsius,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rekor tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terjadi bersamaan dengan musim panas terpanas yang melanda Eropa Barat.

“Bersamaan dengan rekor suhu permukaan laut global dan musim panas terpanas di Eropa Barat, kondisi ini menunjukkan bagaimana perubahan iklim mendorong cuaca ekstrem di atmosfer maupun lautan,” kata Burgess.

Ia menegaskan, dampak dari kondisi tersebut kian nyata dirasakan masyarakat, sektor ekonomi, dan ekosistem di berbagai kawasan dunia.

Peningkatan suhu laut dan udara ini berlangsung seiring pemanasan global akibat emisi bahan bakar fosil, diperparah oleh menghangatnya perairan Pasifik tropis akibat fenomena El Nino yang tengah menguat.

Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) mengingatkan penguatan El Nino turut mendorong peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan musiman di sejumlah wilayah, termasuk Indonesia.

Sejumlah provinsi di Sumatra dan Kalimantan tercatat masih memiliki jumlah titik panas yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir—dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sebagai wilayah dengan sebaran hotspot paling banyak.

CAMS juga menyebut, cuaca kering sepanjang musim kemarau berisiko memperbesar potensi kebakaran, khususnya di kawasan lahan gambut.

Di kawasan lain, seperti Eropa Barat, turut mencatat musim panas terpanas sepanjang sejarah—melampaui rekor yang sebelumnya tercatat pada 2003.

Gelombang panas berkepanjangan melanda sejumlah negara, termasuk Prancis, Inggris, Hungaria, Rumania, dan Serbia.

Musim panas kali ini juga memicu kekeringan yang membuat debit sungai-sungai utama di Eropa, seperti Rhine dan Danube, turun ke level sangat rendah.

Tags: Copernicusel ninoGelombang Panas EropaKarhutla Indonesiaperubahan iklimSuhu Global
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi
Lingkungan

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

...

Read moreDetails
Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

32 Perusahaan Disanksi Akibat Karhutla, 12.926 Hektare Lahan Terbakar

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global

Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global

Karhutla RI Picu Penutupan Sekolah di Malaysia, Anwar Buka Suara

Karhutla RI Picu Penutupan Sekolah di Malaysia, Anwar Buka Suara

Petani sawit di Kota Dumai, Riau, sedang melansir TBS untuk dijual ke perusahaan | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

Ekspor Sawit Satu Pintu Mulai 2027, Industri Sawit Berpotensi Hadapi Tekanan Berlapis

Next Post
Toyota Land Cruiser Mini, Mobil Ringkas 5 Pintu jadi Pesaing Suzuki Jimny

Toyota Land Cruiser Mini, Mobil Ringkas 5 Pintu jadi Pesaing Suzuki Jimny

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.