BERTUAHPOS – UIN Suska Riau dianggap telah mengangkangi hak ASN PPPK dosen dan tenaga kependidikan, sebab sudah tiga bulan tunjangan makan mereka tidak dibayarkan. Pihak universitas berdalih karena kekurangan pagu anggaran.
Ketua Asosiasi Dosen ASN PPPK Komisariat UIN Suska Riau, Afrizal Ahmad, mengaku kecewa atas keterlambatan ini. Dia menilai ada perlakuan diskriminatif, sebab di saat yang sama, tunjangan makan ASN berstatus PNS sudah dibayarkan. Padahal, selama ini pembayaran tunjangan berjalan lancar.
“Hingga kini kami sudah tiga kali audiensi dengan pimpinan universitas. Namun, tidak ada penjelasan konkret,” katanya, Jumat 15 Agustus 2025, di Pekanbaru.
Saat pertemuan terakhir 8 Agustus 2025 lalu, Ketua Tim Keuangan UIN Suska Riau hanya menyampaikan tunjangan makan belum bisa dibayarkan karena kekurangan pagu dan langsung ditolak sistem SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi).
Namun menurut Afrizal, masalah ini bukan sekadar soal nilai uang, tetapi menyangkut penghargaan dan keadilan terhadap sumber daya manusia yang menjadi modal utama bagi perguruan tinggi.
Dia menganggap hal ini sangat ironi. Di tengah komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, faktanya ada banyak ASN PPPK di UIN Suska Riau justru diabaikan haknya.
“Bagaimana mutu pendidikan bisa naik jika kesejahteraan pengajar justru tersendat?” ujarnya.
Ketua Tim Keuangan UIN Suska Riau, Layly Kurniati, menolak untuk memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut. Menurutnya, segala informasi yang diberikan harus berdasarkan persetujuan pimpinan
“Coba masukkan surat dulu. Kalau mau wawancara itu harus masukkan surat dulu, nanti kita konfirmasi ke pimpinan. Artinya, kami memberikan informasi harus diketahui oleh pimpinan. Kami hanya pelaksana teknisnya,” katanya saat dikonfirmasi Bertuahpos, Jumat, 15 Agustus 2025.
Bertuahpos juga sudah menghubungi Rektor UIN Suska Riau, Prof Dr Hj Leny Nofianti lewat panggilan telepon WhatApp, namun tidak diangkat. Sementara pesan konfirmasi yang dikirim lewat WA Chat, hingga berita ini ditayangkan, belum direspon.***









