BERTUAHPOS.COM — Pemandangan tak biasa terlihat saat acara pelantikan pejabat eselon III dan IV di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa, 26 Mei 2026.
Saat tengah memberikan arahan, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, meminta kepada Sekretaris Dewan dan jajarannya untuk berdiri di tengah forum. “Saya minta berdiri dulu Setwan dan jajarannya,” kata SF Hariyanto.
Saat itulah Plt Gubernur Riau langsung memberikan peringatan keras soal kasus SPPD fiktir di Satker itu. “Saya ingatkan kepada kalian, saya tidak mau lagi di Sekwan itu ditemukan masalah SPPD fiktif pada tahun depan,” tegasnya.
SF Hariyanto secara terang-terangan mengatakan bahwa kasus perjalanan dinas fiktif selalu terulang, sejak tahun 2020 lalu. Bahkan, hingga sekarang.
“Sudahlah, hari ini total ada 308 orang di Setwan yang saya pindahkan semua. Saya tidak main-main. Saya pindahkan satu kantor karena saking ngerinya kondisi di Setwan DPRD Riau. Setan pun takut masuk ke situ karena saking besarnya angka korupsi di sana,” jelasnya.
Ke depan, Plt Gubernur Riau menegaskan dirinya tidak mau tau, seluruh ASN baru yang ditempatkan di Setwan harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya di Satker itu. Terlebih, untuk pejabat struktural sekretariat dewan yang baru dilantik.
“Jika nanti masih ada temuan lagi, kalian yang baru ini akan saya tarik masalah hukumnya. Jika kurang pengawasan, itu menjadi tanggung jawab kalian, termasuk Sekwan,” tegasnya.
Plt Gubri SF Hariyanto ungkapkan, alasan yang selama ini disampaikan bahwa persoalan tersebut merupakan perbuatan pegawai lama tidak lagi bisa dijadikan pembenaran. Karena itu, rotasi dan mutasi besar-besaran dilakukan untuk memastikan adanya perubahan nyata.
“Saya sudah bilang kemarin, tetapi Sekwan masih beralasan bahwa itu adalah perbuatan orang-orang lama. Oke hari ini saya bersihkan, total saya pindahkan 308 orang. Jika setelah ini masih ada temuan lagi saya tidak akan tinggal diam,” ungkapnya.
Ia juga mengaku kecewa karena pada tahun 2025 masih ditemukan persoalan serupa yang menunjukkan lemahnya pengawasan. Kondisi itu menjadi alasan utama dirinya merombak struktur pegawai di Setwan Riau secara menyeluruh.
“Saya tidak peduli siapa pun yang ada di situ, saya ganti semua demi membersihkan DPRD Riau. Ini sejarah, satu kantor dipindahkan semua, tinggal beberapa saja yang tidak dipindahkan,” tambahnya.
“Saya melakukan ini bukan karena benci secara pribadi, melainkan kecewa melihat cara kerjanya. Oleh karena itu, saya minta kepada Sekwan yang ada sekarang, semua temuan tahun 2025 harus dikembalikan uangnya jangan bikin malu lagi,” ujarnya.









