• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Petani Nanas di Kampar Keluhkan Harga Pupuk Mahal dan Ketidakpastian Harga Jual

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 Februari 2025
Petani Nanas di Kampar Keluhkan Harga Pupuk Mahal dan Ketidakpastian Harga Jual

Ketua Poktan Nanas Sekinah, Mardanis, saat panen nanas di kebun miliknya, Rabu, 5 Februari 2025 (Foto: Bertuahpos / Melba)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Petani nanas di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau menghadapi tantangan besar akibat tingginya harga pupuk.

Ketua Kelompok Tani Nanas, Mardanis, mengungkapkan bahwa biaya pupuk yang mahal membuat pendapatan dari hasil panen sering kali tidak sesuai harapan, yang berpotensi mengancam keberlanjutan perkebunan nanas di desa tersebut.

“Harga pupuk yang semakin mahal menyulitkan kami para petani nanas. Kadang hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi, sehingga berpengaruh pada kelangsungan perkebunan kami,” ujarnya kepada Bertuahpos, Jumat, 7 Februari 2025.

Mardanis mengatakan, salah satu kendala utama yang dihadapi petani adalah tidak masuknya mereka dalam kategori penerima pupuk bersubsidi. Menurut Ketua Kelompok Tani Mardasi, mereka dianggap mampu secara finansial untuk membeli pupuk nonsubsidi, padahal kenyataannya tidak semua petani dalam kondisi ekonomi yang baik.

Selain itu, harga jual nanas yang fluktuatif turut menjadi tantangan tersendiri. Dalam kondisi terbaik, harga nanas bisa mencapai Rp5.000 per buah, tetapi tidak setiap panen menghasilkan buah berkualitas baik. Minimnya pemupukan akibat mahalnya harga pupuk turut berdampak pada hasil panen yang tidak optimal.

Dia menyebut, para petani di Kampar berharap pemerintah dapat mempertimbangkan memasukkan petani nanas sebagai penerima pupuk bersubsidi, guna mendukung keberlanjutan pertanian nanas di Desa Kualu Nenas.

“Sejak dulu, desa kami terkenal dengan hasil nanasnya. Jika masalah ini terus berlanjut, tentu akan berdampak pada produksi nanas di daerah ini,” tambahnya.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah, diharapkan sektor pertanian nanas di Kualu Nenas dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para petaninya.***

Tags: pertanianRegional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
Internasional

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

...

Read moreDetails
Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Alam Cahayo Tuah Nagoghi Tuntaskan Perjalanan dengan Gelar Juara di Tepian Narosa

Alam Cahayo Tuah Nagoghi Tuntaskan Perjalanan dengan Gelar Juara di Tepian Narosa

Kolaborasi antara mahasiswa agroteknologi dan teknik elektro UIN Suska Riau berhasil menciptakan smart farming berbasis internet of thing untuk apotek hidup di lokasi KKN mereka.

Mahasiswa UIN Suska Riau Berhasil Kembangkan Teknologi Smart Farming IoT untuk Apotek Hidup di Lokasi KKN

Next Post
Termasuk Kades dan Sekdes, 5 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Perambahan 150 Hektare Hutan di Inhu

Termasuk Kades dan Sekdes, 5 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Perambahan 150 Hektare Hutan di Inhu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.