• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Desa Kualu Nenas Potensial Jadi Sentra Produksi Serat Nanas

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Februari 2025
Desa Kualu Nenas Potensial Jadi Sentra Produksi Serat Nanas

Ketua Poktan Sakinah, Mardanis, menjelaskan tentang bibit nanas kepada pengunjung di kebun nanasnya di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau | Foto: Bertuahpos / Melba)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, sangat potensial untuk menjadi sentra produksi serat nanas. Dengan luasnya perkebunan nanas yang ada, desa ini tidak hanya mampu menghasilkan buah nanas dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan industri berbasis serat nanas.

Serat nanas merupakan bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk tekstil dan kerajinan tangan. Di banyak negara, serat ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan kain, tas, kertas, bahkan komponen otomotif ramah lingkungan.

“Peluang ini harus ditangkap oleh Pemda dengan menarik investor, dan Desa Kualu Nenas sangat mungkin menjadi sentra produksi serat nanas karena bahan bakunya tersedia,” kata Ketua Kelompok Tani Sakinah, Mardanis, belum lama ini.

Dia menyebut, produksi serat nanas bisa menjadi alternatif industri bernilai tinggi bagi masyarakat setempat. Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan buah nanas untuk dijual atau diolah menjadi produk makanan. Sementara bagian daun nanas hanya dianggap limbah. Padahal bisa diolah menjadi serat bernilai ekonomis tinggi.

Dengan pemanfaatan daun nanas sebagai bahan baku serat, limbah pertanian dapat dikurangi secara signifikan. Selain itu, industri serat nanas juga lebih ramah lingkungan dibandingkan serat sintetis, yang banyak digunakan dalam industri tekstil saat ini.

Menurut Mardanis, saat ini sudah ada permintaan terhadap serat nanas. Namun karena keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana, membuat petani kesulitas untuk memenuhi permintaan pasar. Sedangkan harga yang ditawarkan cukup tinggi, sekitar Rp100.000 per kilogram.

“Saya sudah produksi walau jumlahnya sangat kecil. Prosesnya juga sangat tradisional, hanya digerus dengan caca. Jika dikelola dengan baik, serat nanas di Desa Kualu Nenas dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat serta memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurut data BPS Kampar tahun 2016, Kabupaten Kampar telah menjadi sentra pengembangan tanaman nanas dengan jumlah produksi mencapai 1.322 ton.

Adapun Kecamatan Tambang merupakan salah satu daerah penghasil buah nenas, tepatnya di Desa Rimbo Panjang dan Desa Kualu Nenas dengan areal budidaya masing-masing 500 haktare dan 1.050 haktare.***

Tags: pertanian
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
Internasional

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

...

Read moreDetails
Kolaborasi antara mahasiswa agroteknologi dan teknik elektro UIN Suska Riau berhasil menciptakan smart farming berbasis internet of thing untuk apotek hidup di lokasi KKN mereka.

Mahasiswa UIN Suska Riau Berhasil Kembangkan Teknologi Smart Farming IoT untuk Apotek Hidup di Lokasi KKN

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Tambah 18 Ribu Hektare Sawah, Riau Bidik Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Beras

Tambah 18 Ribu Hektare Sawah, Riau Bidik Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Beras

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih, Daerah Ini Tetap Juaranya

Next Post
BUKA Ajukan Permohonan PKPU terhadap Harmas

BUKA Ajukan Permohonan PKPU terhadap Harmas

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.