Antara Kejujuran dan Protokol Dianggap Penyebab Ratusan Tenaga Medis di Riau Positif Corona

Selasa, 18 Agustus 2020 12:41
Antara Kejujuran dan Protokol Dianggap Penyebab Ratusan Tenaga Medis di Riau Positif Corona
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir – Foto: Melba / Bertuahpos

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — ‘Krisis kejujuran’ pasien dianggap sebagai salah satu pemicu meningkatnya jumlah kasus positif Corona, yang menyerang tenaga medis di Riau. Hal ini beriringan dengan menanjaknya jumlah kasus positif corona di Riau dalam sebulan belakangan.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, saat ini sudah 125 tenaga kesehatan di Riau, terkofirmasi positif virus mematikan itu. Sementara di sisi lain, total jumlah kasus terkonfirmasi kepada masyarakat juga sudah menembus angka 1.000 lebih. 

Advertisement

Baca: Data Tenaga Kesehatan di Riau Terpapar Corona

Meningkatnya jumlah kasus ini, tentu akan menjadi masalah baru, kalau jumlah tenaga medis berkurang dalam penanganan kasus. “Banyaknya Nakes (tenaga kesehatan) yang positif Corona ini menjadi perhatian serius dari Pemprov Riau. Kami berharap kedepan bisa dilakukan upaya pencegahan untuk memimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan Nakes,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Baca: Penlok 3 Titik Tol Baru di Riau Segera Ditetapkan

Kata Mimi, sejauh ini, Pemprov Riau hanya bisa mengingatkan kepada setiap tenaga kesehatan — langsung, tidak langsung dalam penanganan kasus positif Corona — agar selalu patuh pada protokol kesehatan. “Kalau yang menangani pasien Covid-19 protapnya jelas harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan kami tak bosan-bosannya mengingatkan pentingnya menerakan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

“Yang¬† tidak kalah pentingnya, masyarakat yang ingin berobat ke fasilitas pelayanan dapat memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada petugas kesehatan. Sikap jujur mereka akan menentukan tindakan apa yang akan diberikan oleh tenaga medis. Tentunya sesuai protokol. Tidak usah malu, atau takut untuk menceritakan riwayat perjalanan mereka. Corona bukan aib. Kita semua korban,” ujar Mimi. (bpc2)