• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sidang Korupsi Alkes RSUD Arifin Achmad, Saksi Sebut Dirut Nyatakan Tanggungjawab

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sidang perkara korupsi alat kesehatan dengan terdakwa tiga dokter spesialis di RSUD Arifin Achmad dan dua rekanan, Senin 21 Januari 2019, kembali digelar. Dipersidangan terungkap kalau Direktur Utama RSUD Arifin Achmad ketika apel pagi sering menyampaikan kepada para dokter bahwa jika ingin melakukan operasi laksanakan saja, selanjutnya tanggungjawab manajemen.

Maksud tanggungjawab manajemen yang disebut Dirut RSUD Arifin Achmad inilah yang dipertanyakan saksi dan dinilai sebagai awal terjadinya korupsi.

Sesuai jadwal, terdakwa dr Welly Zulfikar, dr Kusnan Ambar dan drg Masrial beserta dua rekanan Yuni Efrianti SKp, Dirut CV Prima Mustika Raya (PMR) dan Muklis, staf CV PMR, kembali diadili. Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan delapan orang saksi.

Dr Zuwirman, Ketua KSMF RSUD Arifin Achmad, mendapat giliran pertama untuk didengar kesaksiannya dihadapan majelis hakim yang diketuai Saut Martua Pasaribu, mengatakan setiap Apel Pagi Dirut mengatakan agar para dokter ingin melakukan operasi agar melaksanakan saja, selanjutnya manajemen yang bertanggung jawab.

“Tanggungjawab yang dimaksud inilah yang menjadi tanda tanya,” ujar saksi.

Namun akibat perintah yang disampaikan Dirut pada Apel Pagi ini, para dokter melaksanakan operasi. Jika alat-alat tidak tersedia di RSUD maka pakai alat yang dibawa dokter dulu. Selanjutnya baru diganti dengan uang oleh manajemen.

Sistem ini menurut saksi sangat membantu pasien. Saksi sempat menyatakan pembelaannya terhadap terdakwa dr Welli. “Dokter Welly misalnya, ia spesialis kepala leher. Jika ada pasien yang patah rahangnya sementara alat tidak ada, apakah akan dibiarkan saja pasien itu? Bisa mati pasiennya pak hakim. Syukurlah dokter Welly membantu dengan menggunakan alat miliknya, sehingga pasien bisa terbantu,” ujar saksi.

Hal ini memancing kemarahan hakim ketua Saut Martua, dengan menyebutkan saksi sangat pandai membuat narasi. “Saksi sangat pandai membuat narasi dengan alasan kemanusiaan. Kami majelis hakim ini tidak mempersoalkan dokter menggunakan dulu alat-alatnya. Kami sangat berterima kasih. Yang dipersiapkan itu adalah pengembaliannya yang dimarkup. Contoh ada alat yang digunakan dokter Welly hanya seharga Rp9 juta lebih, namun dalam pengembaliannya dibayar Rp17 juta lebih. Inikan mark up namanya, yang mengakibatkan biaya kesehatan semakin tinggi,” tegas hakim.

Hal ini membuat saksi terdiam. Bahkan hakim sempat bertanya kepada saksi apakah pernah menggunakan alat miliknya dulu baru dibayar? Lalu dijawab saksi pernah. Lalu hakim bertanya apakah alat tersebut diganti sesuai harga atau lebih tinggi, saksi menjawab lebih tinggi.

Hal ini membuat hakim terkejut dan bertanya kepada jaksa apakah penyidikan perkara ini masih berlangsung, lalu dijawab jaksa bahwa penyidikan saat ini masih berdasarkan pembukuan CV PMR dan tidak tertutup kemungkinan ke yang lainnya. (bpc17)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

BPN Luak Limo Puluah Targetkan Prabowo-Sandi Menang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.