Syarat Rekonsiliasi, Prabowo Minta yang Ditahan Dibebaskan

Sabtu, 14 November 2020 11:26
Syarat Rekonsiliasi, Prabowo Minta yang Ditahan Dibebaskan
Jokowi dan Prabowo saling berangkulan – (Foto: tempo.co)

BERTUAHPOS.COM — Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindara Prabowo Subianto meminta sejumlah tokoh pendukungnya (saat maju di Pilpres) yang kini ditahan, agar dibebaskan. Ini menjadi salah satu syarat rekonsiliasi  Prabowo, selain ajuan memulangkan Habib Rizieq Shihab, Imam Besar FPI.

Syarat rekonsiliasi dari Prabowo ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani melalui akun Instagram Fraksi Gerindra, yang dia posting pada 13 November 2020: Tak hanya pemulangan Rizieq Shihab, Prabowo juga meminta pemerintah membebaskan sejumlah tokoh pendukung yang ditangkap karena terjerat kasus hukum.

Advertisement

Saat Pilpres 2019, beberapa tokoh pendukung Prabowo Subianto ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan status tersangka itu  dalam sejumlah kasus berbeda. Seperti mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen, mantan Kapolda Sofyan Jacob.

CNNIndonesia.com, Sabtu, 14 November 2020, mewartakan, juga ada Bachtiar Nasir yang ditetapkan sebagai pencucian uang dan Eggi Sudjana yang dijerat tersangka makar. Kasus-kasus hukum para tokoh tersebut tetap berjalan hingga hari ini, meskipun tak terdengar lagi. 

Baca: Gladi Bersih Upacara Hut Riau Dilakukan Dua Kali Sehari

Sebelumnya, Partai Gerindra telah mengkalifikasi sikap Prabowo yang tidak ikut dalam penjemputan Habib Rizieq Shihab di Bandara Sokarno Hatta, dengan alasan menjaga protokol kesehatan, karena kedatangan Rizieq mengundak sangat banyak orang berkerumun.

Kemudian wacana agar Istana melakukan rekonsiliasi dengan Habib Rizieq dihembuskan. Sebelumnya, Gerindra menyatakan melalui Muzani, bahwa Prabowo punya peran atas kepulangan Rizieq ke Indonesia. Dan kepulangan Rizieq menjadi salah satu syarat rekonsiliasi pascapilpres 2019

“Ya keseluruhan (pemulangan Rizieq Shihab), bukan hanya itu. Tapi keseluruhan bukan hanya itu. Kemarin kan banyak ditahan ratusan orang. Lagi diproses-proses. Ya segala macamlah ya,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, jumpanya Prabowo dan Jokowi menjadi langkah awal rekonsiliasi juga harus dilihat sebagai proses islah (perdamaian) yang itu tak dapat terjadi jika masih ada ‘dendam’ di tengah masyarakat. Harapannya, tentu saja proses rekonsiliasi tak hanya hembusan sekadar wacana dan basa-basi dagangan politik.

“Rekonsiliasi tidak mungkin terjadi kalau kemudian suasana dan pikiran itu juga terjadi. Suasana itu harus diredakan, harus dikendorkan, sehingga islah itu menjadi sesuatu yang kuat,” kata Muzani. (bpc2)

Berita Terkini

Senin, 30 November 2020 14:33

AirAsia Akan Distribusikan Vaksin Corona di Asean

#vaksin #corona #distribusi #nasional #kargo #airasia

Senin, 30 November 2020 13:34

Sah, APBD Riau 2021 Diketok Palu Rp9,132 Triliun

#APBD

Senin, 30 November 2020 13:31

Berikut Ini Daerah di Riau yang Perlu Diwaspadai dalam Penyebaran Covdi-19

#corona #covid-19 #penanganacoviddiriau #jubirsatgas

Senin, 30 November 2020 12:45

Jubir Penanganan Covid-19 Riau: Dari 100 Sampel yang Diperiksa 20% Positif Corona

#kasusterkonfirmasi #covid #corona #riau

Senin, 30 November 2020 12:32

BI Sebut Pasar Syariah di Negara Non Muslim Berkembang Pesat

#pasarsyariah #banksyariah #pasarsyariah

Senin, 30 November 2020 11:31

Kisah Rosmainar, Penjual Kue Basah untuk Hidupi 8 Orang Anaknya di Tengah Pandemi

#covid-19 #corona #sumbar #penjualkue

Senin, 30 November 2020 11:15

Giring Sebut Hanya Politik Uang yang Bisa Jatuhkan Calon PSI di Pilkada Serentak

#giring #psi #politikuang

Senin, 30 November 2020 11:13

Mirisnya Penanganan Jenazah Diduga Korban Covid-19, Mati Pun Masih Salah Urus?

#penyelenggaraanjenazah #covid #corona #riau