BERTUAHPOS – Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap sektor pertanian mendapat alokasi anggaran sebesar Rp89 triliun dari total Rp200 triliun dana pemerintah yang ditempatkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi percepatan program hilirisasi komoditas prioritas perkebunan di Auditorium Gedung F Kementan, Jakarta, Senin (22/9/2025).
“Dari Rp200 triliun kemarin Menteri Keuangan keluarkan ke Himbara, kita [sektor pertanian] dapat bagian Rp89 triliun,” kata Amran, dikutip dari Bisnis.com, Senin, 22 September 2025.
Amran menegaskan, pemanfaatan dana jumbo ini sangat bergantung pada langkah kepala daerah, petani, koperasi, hingga pelaku agribisnis. Ia mendorong agar alokasi Rp89 triliun digunakan optimal untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru di sektor pangan dunia.
“Kalau semua bergerak, dalam lima sampai sepuluh tahun Indonesia bisa disegani, bahkan ditakuti dunia sebagai super power pangan,” ujarnya.
Seperti diketahui, Menkeu Purbaya menempatkan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN. Rinciannya, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun.
Langkah itu bertujuan menjaga likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Purbaya mengakui para direktur utama bank saat ini menghadapi tantangan dalam menyalurkan dana tersebut.
“Sekarang saya duga para dirut bank pusing, mau nyalurin ke mana?” ujarnya dalam konferensi pers Stimulus Ekonomi, Senin (15/9/2025).
Ia menambahkan, penempatan dana ini juga diharapkan menurunkan biaya dana, menekan bunga kredit, serta mendorong konsumsi dan investasi masyarakat.***









