• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Purbaya soal Kenapa Rupiah Bisa Anjlok: Tanya Saja ke Bank Sentral Apa yang Terjadi?

Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS meski dana asing deras masuk. Menkeu minta Bank Indonesia jelaskan anomali nilai tukar.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
21 Januari 2026
Purbaya Soal Kenapa Rupiah Bisa Anjlok: Tanya Saja ke Bank Sentral Apa yang Terjadi?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa | Foto: Dok. LPS.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Mata uang rupiah anjlok mendekati Rp17.000/dolar AS, meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengklaim bahwa arus modal asing atau capital inflow ke pasar keuangan domestik tercatat cukup deras.

Perdagangan Selasa sore, 20 Januari 2026, nilai tukar rupiah melemah di level Rp16.956/dolar AS, turun hingga 1,5 poin dari hari sebelumnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah di tengah derasnya capital inflow sebagai sebuah anomali yang perlu dijelaskan oleh Bank Indonesia (BI)—selaku otoritas kebijakan moneter dan nilai tukar.

“Tanya saja ke bank sentral apa yang terjadi. Ketika capital inflow masuk besar, kenapa rupiah melemah? Itu otoritas bank sentral, saya tidak bisa intervensi kebijakan nilai tukar,” ujarnya seperti dilansir Bertuahpos dari Investor.id.

Secara teori, masuknya dana asing seharusnya menambah suplai dolar AS di dalam negeri sehingga menopang penguatan rupiah. Dari sisi likuiditas valas, Indonesia tidak berada dalam kondisi kekurangan dolar.

Derasnya modal asing tercermin dari kinerja pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di atas level 9.100.

IHSG pada perdagangan 20 Januari 2026 ditutup menguat tipis 0,01% atau 0,83 poin ke level 9.134,7. Pada saat yang sama, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp6,5 miliar. Secara year to date (ytd), asing masih membukukan net buy mencapai Rp5,44 triliun.

“Kalau dilihat dari sisi suplai dolar, seharusnya kita tidak kekurangan. Dari sisi saya, ekonomi akan terus diperbaiki agar rupiah ke depan cenderung menguat,” kata Purbaya.

Walau begitu, Purbaya melihat pelemahan rupiah saat ini masih berada dalam batas aman. Depresiasi sekitar 2–3% secara year to date dianggap masih wajar dan belum memberikan tekanan signifikan terhadap fundamental ekonomi nasional. “Sistem kita terjaga. Jadi kemungkinan dampaknya ke ekonomi akan minimum,” ujarnya.***

Tags: kebijakan moneterMata UangRupiah
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000
Ekonomi

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

...

Read moreDetails
Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Kurs Rupiah Melemah ke Rp18.029, Yen Bertahan Pasca Intervensi

Kurs Rupiah Melemah ke Rp18.029, Yen Bertahan Pasca Intervensi

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 3T Jangkau Pulau Terpencil Riau

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 3T Jangkau Pulau Terpencil Riau

Nilai Tukar Rupiah Menguat 54 Poin, Tapi Dolar AS Masih Strong

Nilai Tukar Rupiah Bangkit 188 Poin, Akhiri Pekan di Rp17.921

Next Post
Harga TBS Sawit Riau Naik, Plasma Sentuh Rp3.543 dan Swadaya Rp3.487/Kg

Harga TBS Sawit Riau Naik, Plasma Sentuh Rp3.543 dan Swadaya Rp3.487/Kg

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.