• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

WALHI Riau Serukan ‘Pilah, Pilih, Pulih’, Pemilu 2024 Masih dalam Cengkeraman Oligarki

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 Februari 2024
WALHI Riau serukan pemilu

WALHI Riau serukan ‘Pilah, Pilih, dan Pulih’ guna menghadapi Pemilu pada 14 Februari 2024. Seruan ini dilatarbelakangi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – WALHI Riau serukan ‘Pilah, Pilih, dan Pulih’ guna menghadapi Pemilu pada 14 Februari 2024. Seruan ini dilatarbelakangi bahwa Pemilu 2024 masih dalam cengkeraman oligarki.

Direktur Eksekutif WALHI Riau, Even Sembiring menjelaskan bahwa Pemilu 2024 merupakan momentum penting untuk membangun potensi ‘Pulihkan Riau dan Pulihkan Indonesia’ untuk lima tahun ke depan.

Walaupun momentum elektoral ini tidak boleh dimaknai sebagai sarana utama dan satu-satunya yang mampu mengantar Riau dan Indonesia  lepas dari kondisi krisis. 

Pemilu 2024 Masih di Bawah Cengkeraman Oligarki 

Jerat era kapital tergambar dari mayoritas peserta Pemilu, baik partai politik, calon anggota legislatif, hingga kandidat Capres-Cawapres yang kental dengan aroma oligarki, menurut Evan Sembiring.

Politik transaksional merupakan agenda rutin elektoral yang ditunggu kelompok oligarki untuk melanjutkan kuasanya. Biaya politik yang sangat tinggi dilihat sebagai peluang untuk menebar janji dan  mendesain praktik ijon politik dengan menjadi donatur bagi para peserta Pemilu.

Peserta pemilu yang terpilih akan diminta membalas budi dengan pemberian izin usaha atau kebijakan yang memuluskan bisnis oligarki.

Praktik-praktik kotor ini bahkan tercermin apabila menelisik sederet nama-nama oligarki yang berkontestasi sebagai peserta, sebagai peserta sekaligus petinggi partai politik, hingga berposisi sebagai tim pemenangan dan pendukung tiga pasangan Capres-Cawapres. 

Dominasi kaum oligarki pada pemilu 2024 membuktikan Indonesia masih berada di sebuah era yang bernama era kapital. Dasar inilah yang melatar belakangi WALHI di 28 Provinsi secara serentak menyerukan seruan ‘Pilah, Pilih, dan Pulih’.

“Seruan pilah merupakan ajakan bagi para pemilih untuk secara cermat menentukan pilihan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melihat rekam jejak para peserta Pemilu dari praktik kejahatan konstitusi, kejahatan HAM, kejahatan lingkungan, dan riwayat pelanggaran etik. Setelah memilah hal tersebut, para pemilih kembali harus cermat memperhatikan apa visi, misi, program, dan agenda yang diusung mereka. Terakhir, kita semua harus kembali teliti melihat keterhubungan para kandidat atau peserta Pemilu dengan jaringan bisnis dan tokoh yang mendukung,” sebut Even Sembiring. 

Pemilahan yang tepat akan mengantarkan pemilih menentukan pilihan berdasarkan kriteria nilai yang tepat, kriteria lesser evil, dan lepas dari jerat ketokohan.

Dalam menentukan pilihannya, WALHI Riau juga mengajak seluruh pemilih tidak sekedar memilih. Lebih jauh, para pemilih diajak untuk ambil bagian memastikan Pemilu 2024 berjalan secara jujur dan adil sekaligus mengawasi penyelenggara agar menjalankan tugas secara transparan, tidak memihak, dan bebas intervensi. 

“Seruan ‘Pilah dan Pilih’ inilah yang akan mengantar kita semua pada jalan menuju ’Pulih.’ Caranya, melanjutkan tugas pasca Pemilu 2024. Berkonsolidasi untuk dua hal penting. Pertama, menagih dan memaksa calon yang terpilih agar menunaikan janjinya dan kedua, menginisiasi lahirnya kekuatan politik alternatif yang dapat berkontestasi pada proses elektoral berikutnya dengan narasi yang menaruh kepentingan kemanusiaan dan lingkungan hidup sebagai narasi utamanya,” katanya.

Memasifkan Seruan Jelang Pemilu Serentak 2024 (14 Februari 2024)

Sri Wahyuni, Wakil Ketua Dewan Daerah WALHI Riau dalam kesempatan ini membacakan seruan politik WALHI terhadap Pemilu Serentak 2024. 

Saat membacakan dokumen tersebut dengan tegas menyatakan agar rakyat menolak terjebak pada janji, gimik, pencitraan dan praktik politik transaksional yang dilakukan oleh para kandidat yang berwatak curang, culas, dan ugal-ugalan.

Selanjutnya, rakyat diajak untuk berkomitmen memilih kader politik hijau yang mengusung agenda platform politik keadilan ekologis dan mengawal agenda perwujudan Pulihkan Indonesia.

”Untuk ke depan, kita sebagai rakyat harus menjadi pemilih cerdas. Dokumen ini, seruan ini, kami harap mampu memandu rakyat dalam menentukan pilihannya secara tepat,” katanya.

Tentu, tidak ada pilihan yang sempurna, menurutnya, kriteria lesser evil merupakan indikator paling tepat yang dapat digunakan untuk memilih kandidat. 

Pertimbangan rekam jejak kandidat dan partai yang mengusung dapat jadi tolok ukur seberapa besar tingkat keburukan para kandidat dan paslon.

“Kriteria lesser evil juga dapat dipergunakan untuk membandingkan tawaran visi, misi, dan program kandidat mana yang lebih baik dibanding calon lainnya,” sebut Sri Wahyuni. 

Semoga seruan ini dapat menjadi pedoman dalam menancapkan pondasi mewujudkan cita-cita keadilan ekologis yang lebih kokoh. Pemilu 2024 hanya langkah awal, ada prinsip pulih yang harus tetap diingatkan kepada rakyat.

Prinsip yang menjelaskan rakyat mempunyai hak tagih atas janji dan komitmen yang disampaikan oleh peserta Pemilu yang terpilih. Untuk itu, seruan politik dengan prinsip ‘Pilah, Pilih, dan Pulih’ harus di-masifkan dengan cepat jelang 14 Februari 2024.***

Tags: lingkunganPemilu
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
Gaji Lebih Kecil dari Shin Tae-yong, Hussein Ammouta Antar Yordania ke Final Piala Asia 2023

Gaji Lebih Kecil dari Shin Tae-yong, Hussein Ammouta Antar Yordania ke Final Piala Asia 2023

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.