• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tolak PSN Rempang Eco-City, Gerakan Lingkungan Hidup di Kepri Perlu Diperkuat

Rembuk WALHI Region Sumatera

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Desember 2023
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Forum WALHI Region Sumatera digelar untuk membahas berbagai isu lingkungan untuk advokasi. Pertemuan yang dilaksanakan di Pulau Galang, Batam, Kepri itu, belum lama ini, mengangkat tema: Perumusan Rencana Advokasi Lingkungan Hidup Kepulauan Riau. Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City, juga turut dibahas dalam pertemuan itu.

Forum WALHI Region dihadiri oleh para eksekutif WALHI dari berbagai wilayah di Sumatera, yakni WALHI Aceh, WALHI Sumatera Utara,  WALHI Sumatera Barat, WALHI Riau, WALHI Jambi, WALHI Sumatera Selatan, WALHI Bengkulu, WALHI Kepulauan Bangka Belitung, dan WALHI Lampung.

Direktur Eksekutif WALHI Riau, Even Sembiring,  menyoroti konflik agraria dan perselisihan sumber daya alam yang muncul akibat ambisi proyek Rempang Eco-City.

“Hal ini mendorong WALHI Riau untuk terlibat secara aktif di Pulau Rempang, Galang, dan Galang Baru, menekankan tanggung jawab mereka sebagai kantor regional terdekat tanpa keberadaan kantor di Provinsi Kepulauan Riau,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bertuahpos.com, Selasa, 5 Desember 2023.

Even menekankan, upaya advokasi dan pengorganisiran telah berlangsung sejak pertengahan Agustus 2023, meningkat setelah peristiwa 7 dan 11 September 2023.” 

Solidaritas yang terbentuk dengan masyarakat lokal di Rempang, Galang, dan Galang Baru, menolak relokasi akibat proyek Rempang Eco-City, menghasilkan pembentukan koalisi ‘Solidaritas Nasional untuk Rempang.’

WALHI Region Sumatera secara aktif mendukung proses advokasi tersebut, dengan tim dari berbagai wilayah membantu WALHI Riau sejak Oktober 2023.

“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen untuk mengatasi tantangan lingkungan bersama-sama, melibatkan WALHI Aceh, WALHI Bengkulu, WALHI Jambi, WALHI Sumatera Barat, WALHI Sumatera Selatan, dan WALHI Bangka Belitung,” katanya.

Dalam forum tersebut, Even menegaskan, bahwa isu lingkungan di Kepulauan Riau sangat penting, bukan cuma sebatas Rempang Eco-City. Tantangan sejarah seperti aktivitas pertambangan dan izin mengancam keberlanjutan wilayah pesisir, laut, dan pulau kecil, dengan dampak kerugian yang signifikan bagi nelayan tradisional.

“Isu terkini tentang privatisasi pulau dan kawasan pariwisata juga menjadi ancaman, memaksa warga untuk relokasi,” tuturnya.

Even, dalam laporannya menyampaikan kekhawatiran tentang dominasi logika kapitalis di provinsi tersebut, menghambat perlawanan masyarakat sipil dan meminimalkan partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan.

“Forum WALHI Region Sumatera menyimpulkan bahwa isu lingkungan belum menjadi prioritas bagi pemerintah dan masyarakat sipil di Provinsi Kepulauan Riau,” tuturnya.

Oleh karena itu, penguatan isu lingkungan dan gerakan harus menjadi tanggung jawab bersama untuk semua eksekutif WALHI Region Sumatera, termasuk pendirian kantor regional untuk memperkuat perjuangan lingkungan di Kepulauan Riau.

WALHI Region Sumatera menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat di Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru.

Selain itu, mereka meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi dan membatalkan rencana Pembangunan Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City.

Forum ini ditutup dengan kesepakatan untuk meningkatkan upaya, agar isu lingkungan menjadi prioritas utama di provinsi itu.***

Tags: lingkunganWalhi
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN
Lingkungan

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

...

Read moreDetails
Kredit Biodiversitas Dilirik untuk Konservasi, Risiko Tak Ramah Lingkungan Mengemuka

Kredit Biodiversitas Dilirik untuk Konservasi, Risiko Tak Ramah Lingkungan Mengemuka

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

Ini 15 Perusahaan Sawit dengan Titik Panas Terbanyak Hasil Pemetaan Walhi

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Next Post
Jangan Salah, Ini Perbedaan Gunung Merapi dan Marapi

2 Pendaki Ditemukan Tewas, Total 13 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Marapi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.