• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Cuaca Ekstrem El Nino Godzilla Picu Krisis Lingkungan dan Ancaman Pangan Nasional

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 April 2026
Cuaca Ekstrem El Nino Godzilla Picu Krisis Lingkungan dan Ancaman Pangan Nasional

Foto: Ilustrasi.

214
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Fenomena cuaca ekstrem akibat El Nino Godzilla memicu krisis lingkungan serius di Indonesia, ditandai kekeringan panjang yang meluas dan mengancam ketersediaan air serta produksi pangan.

Data BMKG hingga Maret 2026 menunjukkan sekitar 7 persen Zona Musim telah memasuki fase kemarau, sementara mayoritas wilayah diperkirakan mengalami musim kering pada April hingga Juni.

Analisis WALHI mengungkap tingkat kekeringan berada pada kategori sedang hingga ekstrem, dengan wilayah paling terdampak meliputi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Kondisi ini meningkatkan tekanan terhadap daya dukung lingkungan, terutama pada sumber air bersih dan keberlanjutan ekosistem.

“Ketika terjadi El Nino kondisi kekeringan semakin ekstrem yang berdampak pada krisis air bersih, gagal panen dan mengalami krisis pangan,” kata Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial WALHI, Musdalifah, dalam keterangan tertulisnya

Di tengah situasi tersebut, WALHI menilai ketahanan pangan nasional masih rentan karena ketergantungan pada impor. Data Badan Pusat Statistik periode Januari–Maret 2025 mencatat impor pangan mencapai 13.629 ton. Ketergantungan ini dinilai memperbesar risiko saat produksi dalam negeri terganggu oleh faktor iklim.

WALHI juga mengkritik pola pembangunan yang mempercepat kerusakan lingkungan, terutama melalui alih fungsi lahan produktif menjadi perkebunan monokultur, proyek infrastruktur, dan investasi skala besar di wilayah pesisir serta pulau kecil. Praktik tersebut dinilai menggerus daya dukung lingkungan sekaligus mengancam sumber pangan masyarakat lokal.

Secara historis, El Nino berulang kali menekan produksi pangan nasional. Pada periode 1997–1998, produksi padi turun hingga 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai 6 persen dibandingkan 1996, yang turut memicu lonjakan harga. Sementara pada 2024, produksi beras turun 2,28 juta ton atau 17,52 persen pada periode Januari hingga April dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi dampak krisis, Badan Pangan Nasional menyatakan telah menyiapkan cadangan beras pemerintah sebesar 4,6 juta ton. Namun, WALHI mengingatkan ketersediaan stok harus diimbangi distribusi yang merata agar dapat menjangkau masyarakat rentan.

Selain itu, pemenuhan hak atas pangan menjadi isu krusial di tengah krisis lingkungan akibat El Nino. Standar internasional Komite Hak-Hak Ekonomi Sosial dan Budaya PBB menegaskan setiap individu harus memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap pangan yang layak setiap waktu.

WALHI menilai situasi ini menuntut langkah konkret negara untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memastikan distribusi pangan yang adil agar dampak El Nino Godzilla tidak berkembang menjadi krisis multidimensi.[]

Tags: Cuaca Eksremel ninoKekeringankrisis pangan
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Petani sawit di Kota Dumai, Riau, sedang melansir TBS untuk dijual ke perusahaan | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.
Berita Pilihan

Ekspor Sawit Satu Pintu Mulai 2027, Industri Sawit Berpotensi Hadapi Tekanan Berlapis

...

Read moreDetails
BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

Harga CPO Berpotensi Menguat Pekan Ini, Simak Penjelasan Selengkapnya. Rencana Pemprov Riau Berlakukan Pajak Rp1.700 per Batang Sawit Dikritik, Disebut Diskriminatif dan Sulit Diterapkan

Faktor El Nino Angkat Harga CPO, Kontrak November Tembus RM4.978 per Ton

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Next Post
Harga CPO Menguat Tipis, Sentimen Minyak Nabati Memanas

Harga CPO Menguat Tipis, Sentimen Minyak Nabati Memanas

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.