BERTUAHPOS – Pergerakan harga CPO (minyak sawit mentah) di Bursa Malaysia Derivatives sukses menutup perdagangan Rabu dengan tren positif, mengekor penguatan signifikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).
Momentum kenaikan ini mempertegas ketatnya persaingan harga komoditas minyak nabati utama di pasar global yang kian kompetitif.
Analis independen dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengamati bahwa tren bullish minyak kedelai menjadi katalisator utama yang menyokong posisi sawit saat ini. Selain itu, gairah pasar kian terpacu oleh lonjakan harga minyak mentah Brent yang merangkak naik 0,6 persen ke level US$95,36 per barel. Faktor energi ini secara otomatis meningkatkan daya tarik sawit sebagai bahan baku biodiesel.
“Kami memperkirakan harga akan mencapai level support di RM4.400 per ton dan level resistance di RM4.550 per ton,” ungkap David Ng dikutip dari Bernama, Kamis, 16 April 2026.
Menilik statistik perdagangan, kontrak berjangka untuk pengiriman Mei 2026 terkerek naik RM6 menjadi RM4.426 per ton. Tren hijau tersebut menular ke kontrak Juni 2026 dan Juli 2026 yang masing-masing mendarat di angka RM4.472 serta RM4.497 per ton. Sementara itu, kontrak aktif Agustus dan September juga mencatatkan kenaikan tipis di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Meskipun harga cenderung naik, volume perdagangan terpantau menyusut ke angka 84.427 lot jika dibandingkan aktivitas pasar pada Selasa yang menembus 107.900 lot. Sebaliknya, open interest menunjukkan grafik mendaki tipis menjadi 264.763 kontrak. Pada sektor fisik, harga CPO untuk April South turut mengalami apresiasi sebesar RM30, sehingga kini bertengger di posisi RM4.490 per ton.[]









