BERTUAHPOS.COM — Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) jatuh parah pada Kamis, 15 Oktober 2026, akibat kekhawatiran lonjakan stok minyak sawit Malaysia.
Data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan stok CPO mencapai 3,51 juta ton pada September, di tengah puncak musim produksi.
Kontrak November 2026 anjlok 84 Ringgit Malaysia menjadi 4.476 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak Desember 2026 juga ambles 81 Ringgit Malaysia menjadi 4.619 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Januari 2027 terpangkas 85 Ringgit Malaysia menjadi 4.725 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak Februari 2027 jatuh 85 Ringgit Malaysia menjadi 4.815 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Maret 2027 turun 79 Ringgit Malaysia menjadi 4.899 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak April 2027 terpukul 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.967 Ringgit Malaysia per ton.
Penurunan harga CPO juga terbebani pelemahan minyak nabati di bursa China dan penurunan harga minyak mentah. Dikutip dari Tradingview, harga berjangka minyak sawit Malaysia terkoreksi setelah mencatatkan kenaikan sebelumnya.
Pelemahan harga minyak nabati di bursa Dalian, China, mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel. Penurunan harga minyak mentah turut memperkuat tekanan jual di pasar CPO Malaysia.









