• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Perang Guntung, Kegemilangan Sultan Siak Mengalahkan Belanda (Bagian 1)

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 Agustus 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tahun 1746. Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, atau juga lebih dikenal dengan Raja Kecik wafat. Dia digantikan puteranya, Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau lebih dikenal dengan nama Tengku Buang Asmara.

Saat itu, Belanda dan Kerajaan Siak memang bermusuhan dan saling berebut pengaruh di Selat Malaka. Belanda kemudian mendirikan sebuah loji atau benteng di Pulau Guntung, sebuah pulau kecil di muara Sungai Siak. Pembangunan loji ini dimulai pada tahun 1752, dan selesai pada bulan Maret 1755.

Di loji ini, Belanda menghentikan semua kapal yang menuju Siak, yang bertujuan untuk melemahkan Kerajaan Siak. Selain itu, VOC (perusahaan dagang Belanda) juga menghentikan kapal yang keluar dari Siak, dan memaksa penduduk Siak menjual hasil buminya kepada VOC, dengan harga yang ditentukan VOC.

“Belanda itu dengan sesuka hatinya juga meminta cukai kepada kapal yang berlayar menuju dan keluar Siak. Hasil bumi Siak juga harus dijual ke Belanda, dengan harga yang mereka tentukan. Tentu saja harganya murah dan tidak sesuai dengan harga pasar. Itu sama saja merampok hasil bumi Siak,” kata keturunan bangsawan Siak, OK Nizami Jamil kepada bertuahpos.com, Jumat 17 Agustus 2018.

Tindakan Belanda ini memang bertujuan untuk melemahkan akses perdagangan di Siak, yang pada akhirnya melemahkan Kerajaan Siak. Pada akhirnya, Belanda akan bisa menaklukan Siak dan menjadi penguasa satu-satunya di Selat Malaka, yang merupakan jalur perdagangan di nusantara pada waktu itu. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Puluhan Hektar Lahan Gambut Warga di Kempas Inhil Terbakar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.