Dirut RSUD Arifin Achmad Akui Perubahan Situasi dalam Operasi Pasien Umum

Kamis, 12 November 2020 17:37
Dirut RSUD Arifin Achmad Akui Perubahan Situasi dalam Operasi Pasien Umum
RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru. (Facebook RSUD Arifin Achmad)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Rumah Sakit Umum Daerah, RSUD Arifin Achmad perketat proses operasi untuk pasien umum di tengah wabah corona (Covid-19). Seperti diketahui, RSUD Arifin Achmad menjadi rumah sakit rujukan pasien penyakit umum dan Covid-19, sehingga penanganan perlu disiasati.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Nuzelly Husnedi mengatakan, pelayanan bagi pasien umum terutama bagi pasien sub spesialis tetap dilakukan seperti biasa. Hanya saja situasi saat ini membuat pihak rumah sakit harus bekerja ekstra untuk melakukan pengawasan terhadap kondisi yang ada. Tujuannya sudah pasti agar setiap pasien yang masuk tidak terpapar corona.

Advertisement

“Bahkan kegiatan-kegiatan operasi besar juga masih berlangsung sebagaimana mestinya. Artinya walau ada wabah ini, kegiatan rumah sakit untuk penanganan terhadap pasien umum tetap dilakukan. Terakhir pihak tim operasi jantung di RSUD AA juga sudah menjalankan operasi jantung secara mandiri,” ungkapnya, Kamis, 12 November 2020 di Pekanbaru.

Dia menambahkan, selain itu, kegiatan operasi berat lainnya juga tetap dilakukan seperti biasa. Dia meyakinkan, bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat ke rumah sakit milik pemerintah ini walau di tengah tingginya angka kasus terkonfirmasi corona. 

Baca: Ibu Harus Melahirkan dengan Operasi, Ini Indikasinya

“Karena sebagai pusat rujukan tetap saja dari Kabupaten dan Kota mengirimkan pasien dengan kondisi penyakitnya dalam golong sub spesialis (penyakit berat),”jelas Nuzelly.

Nuzelly mengakui, memang ada hal yang berbeda dalam penanganan pasien umum di RSUD ini di tengah corona, terutama terhadap pasien yang harus dilakukan tindakan operasi. “Sedikit berbeda dari situasi normal, sebagai upaya untuk keamanan kepada tenaga medis dan tentunya pasien,” sambungnya.

Adapun hal-hal yang dianggap berbeda, kata Nuzelly, dari sisi persyaratan administrasi lebih diperketat. “Persiapan sebelum naik ke meja operasi lebih banyak. Kita juga memikirkan keselamatan tenaga medis,” ujarnya. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 26 November 2020 20:45

PSSI: Besar Kemungkinan Timnas U-19 TC di Spanyol

#TIMNAS

Kamis, 26 November 2020 19:31

Koramil 02/Lembang Jaya Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional 

#protokolkesehatan #covid #corona #sumbar

Kamis, 26 November 2020 17:30

UAS Loaunching SPBU Bersama YTWU

#uas #ytwu #spbu

Kamis, 26 November 2020 16:45

Rektor Unram Lepas Ribuan Mahasiswa KKN BMKM secara Daring 

#kkn #mataram #univeristasmataram

Kamis, 26 November 2020 16:31

Ditangkap KPK, Apa yang Disebut Edhy Terkait Jokowi?

#menterikkp #edhy #korupsi #benihlobster #kpk

Kamis, 26 November 2020 15:45

Wapres Sebut Peluang Angkat Produk Halal Masih Besar di Tengah Pandemi

#produkhalal #wapres #peluangeknomi

Kamis, 26 November 2020 15:31

Kadis PUPR PKPP Riau Sebut 4 Titik Perbaikan Jalan Berlobang di Pekanbaru Tinggal Pengaspalan

#jalanrusak #perbaikanjalan #pekanbaru #riau