• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sosok Ekonom Kritis Kwik Kian Gie di Mata Prof Didik J Rachbini

Warisan pemikiran Kwik tetap relevan hingga kini, khususnya tentang pentingnya kedaulatan ekonomi nasional.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Juli 2025
Sosok Ekonom Kritis Kwik Kian Gie di Mata Prof Didik J Rachbini

Prof Didik J Rachbini.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Indonesia kehilangan seorang tokoh dan ekonom hebat, Kwik Kian Gie. Dia berpulang, meninggalkan warisan pemikiran dan keteladanan intelektual yang sangat berharga bagi bangsa ini.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyampaikan refleksi mendalam atas kepergian tokoh yang dikenal luas karena sikap kritis, tajam, dan independennya terhadap kebijakan ekonomi nasional.

“Kita kehilangan tokoh dan ekonom hebat, yang peranannya besar untuk koreksi dan check and balances bagi kebijakan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Didik, Kwik Kian Gie merupakan sosok vokal dan berpengaruh sebagai ekonom intelektual pada era 1980-an. 

Pada tahun 1980-an masih sedikit kelompok terpelajar, tapi Kwik sudah menyelesaikan pendidikannya di universitas ternama di dunia, yaitu Nederlandse Economische Hogeschool di Rotterdam (sekarang Erasmus University).

“Karena itu, pemikirannya dan terutama kritik tentang di media massa sangat didengar dan berpengaruh,” katanya.

Memasuki dekade 1990-an, ketika para intelektual banyak merapat ke pemerintah Orde Baru, Kwik justru memilih jalan berbeda.

“Tetapi tidak bagi Kwik Kian Gie, ia tetap berada di luar menjalankan peran check and balances secara tidak formal untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan ekonomi.”

Kwik termasuk dalam jajaran ekonom kritis yang tergabung dalam “Kelompok Ekonomi 30”, bersama nama-nama seperti Sjahrir, Rizal Ramli, Dorodjatun, Hendra Esmara, Nuriman Hasibuan, Rijanto, dan Didik Rachbini.

Kelompok ini aktif memberikan pandangan dan kritik di ruang publik, terutama melalui media massa.

Sebelum reformasi pertengahan tahun 1990-an sudah banyak ekonom memberikan saran-saran dengan bukti akademik (evidence based) dan teoritis.

Tetapi ekonomi Orde Baru sangat dominan dan saran-saran kebijakan relatif tidak mempan. “Kebijakan ekonomi Orde Baru di bawah kelompok yang disebut Mafia Berkeley dipuji-puji sampai akhirnya tahun 1997 ambruk.”

Kwik juga tercatat sempat menjabat di pemerintahan pasca reformasi. Ia dikenal sebagai figur intelektual yang berani menyuarakan kebenaran, bahkan jika itu berarti harus berseberangan dengan kekuasaan.

Sempat menjabat pada masa reformasi sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (1999–2000) dalam Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid dan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri (2001) pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Warisan pemikiran Kwik tetap relevan hingga kini, khususnya tentang pentingnya kedaulatan ekonomi nasional.

Pemikirannya relevan sampai saat ini, yaitu tentang pentingnya kedaulatan ekonomi. Ini yang selalu disuarakan — jangan tergantung kepada IMF dan utang agar tidak disubordinasi secara politik oleh kekuatan asing dan barat.

“Karena itu, harus ada kewaspadaan terhadap jebakan utang luar negeri. Kritik terhadap oligarki ekonomi-politik dan sempat heboh dengan mengkritik konglomerat hitam, yang tergantung kepada lisensi negara tetapi merugikan rakyat,” lanjut Prof. Didik.

Dalam pandangan Kwik, BUMN adalah komponen strategis yang tidak boleh diabaikan. BUMN adalah separuh ekonomi bangsa dan instrumental.

“Karena itu, penting untuk menjaga BUMN dan aset strategis bangsa. Apa relevansinya dengan kondisi sekarang, Danantara tidak boleh gagal,” ujar Didik.***

Tags: Analisaekonomi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup
Ekonomi

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

...

Read moreDetails
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Next Post
IK Berkah Bintan, Dari Rumah Produksi Sederhana Jadi Penggerak UMKM Kerupuk Olahan Ikan Tamban

IK Berkah, Dari Rumah Produksi Sederhana Jadi Penggerak UMKM Kerupuk Olahan Ikan Tamban

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.