• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, November 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

2 Etnis Uighur Dihukum Mati oleh Pemerintah China

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 April 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Dua etnis minoritas Uighur — yang merupakan mantan pejabat di Provinsi Xinjiang dengan tuduhan ‘melakukan aktivitas separatisme’ dihukum mati oleh Pemerintah China.

Kedua etnis Uighur itu ialah Shirzat Bawudun, mantan kepala departemen kehakiman Xinjiang, dan Sattar Sawut, mantan direktur departemen pendidikan Xinjiang.

Mengutip CNNIndonesia.com, Baduwun dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun atas tuduhan “memecah belah negara”, menurut pernyataan yang dirilis situs pemerintah Xinjiang.

Wakil Presiden Pengadilan Tinggi Xinjiang, Wang Langtao, mengatakan Baduwun telah bersekongkol dengan organisasi teroris, menerima suap, dan melakukan kegiatan separatis.

Baduwun dinyatakan bersalah karena berkolusi dengan Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM) yang dianggap PBB sebagai kelompok teroris lantaran sempat bertemu dengan tokoh utama kelompok itu pada 2003.

Amerika Serikat menghapus ETIM dari daftar teroris pada November lalu dengan mengatakan tidak ada bukti yang dapat meyakinkan bahwa kelompok itu masih ada.

Kantor berita Xinhua menuturkan Baduwun juga secara ilegal memberikan informasi kepada pasukan asing, serta melakukan kegiatan keagamaan ilegal di pernikahan putrinya.

Sementara itu, Sawut juga dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan separatisme dan menerima suap.

Sawut dinyatakan bersalah karena dituduh memasukkan konten separatisme etnis, kekerasan, terorisme, dan ekstremisme agama ke dalam buku teks bahasa Uighur.

Pengadilan menuturkan buku teks itu telah mempengaruhi beberapa orang untuk berpartisipasi dalam serangan ke Ibu Kota Urumqi, termasuk kerusuhan yang mengakibatkan sedikitnya menewaskan 200 orang pada 2009.

China telah lama menjadi perhatian internasional terkait dugaan pelanggaran HAM yang dialami etnis Uighur di Xinjiang.

Pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan menahan lebih dari satu juta etnis Uighur di sebuah penampungan layaknya kamp konsentrasi.

Hal itu dibantah keras China dan menegaskan bahwa kamp-kamp penampungan itu merupakan kamp pelatihan pendidikan vokasi yang ditujukan untuk memberdayakan etnis Uighur supaya terhindar dari ekstremisme dan radikalisme. (bpc2)

Tags: etnis uighurhukum matiInternasionalpemerintah china
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh
Internasional

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

...

Read moreDetails
Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Keripik Kulit Ikan Patin Malakers tengah Jajaki Pasar Serbia, Maladewa, dan Hong Kong

Keripik Kulit Ikan Patin Malakers tengah Jajaki Pasar Serbia, Maladewa, dan Hong Kong

Next Post
Pasukan artileri Belanda saat mengepung Keraton Aceh

Perebutan Keraton Aceh, Perang di Tengah Wabah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.