BERTUAHPOS.COM — Defisit anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) sudah mencapai puncaknya, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Defisit anggaran AS pada Juli 2026 melesat ke US$432 miliar. Itu merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Departemen Keuangan mengumumkan pembelian kembali utang atau debt buyback, sebagaimana dilansir dari CNBC internasional.
Menurut data terbaru, defisit anggaran bulanan AS mencapai US$432 miliar pada Juli 2026. Secara kumulatif, total defisit tahun fiskal berjalan membengkak mendekati US$1,8 triliun.
Total utang pemerintah AS untuk membiayai defisit anggaran itu menembus rekor baru di atas US$40 triliun. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dalam satu dekade terakhir.
Bessent bersama Presiden Donald Trump dan Direktur OMB Russell Vought sedang merancang langkah-langkah konsolidasi fiskal. Strategi penghematan ini diklaim berpotensi menyelamatkan anggaran negara hingga ratusan miliar dolar AS.
Gedung Putih sebelumnya mengandalkan kebijakan tarif impor yang luas dan tinggi untuk menekan utang nasional. Namun, Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar kebijakan tarif tersebut.
Meski demikian, Bessent optimistis penerimaan negara dari tarif impor tahun ini setara dengan 2025. Ia meyakini pendapatan itu tidak perlu dikembalikan kepada perusahaan-perusahaan yang terimbas.
“Tidak ada hal gaib dari angka US$40 triliun tersebut,” pungkas Bessent.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat bisa keluar dari masalah utang melalui pertumbuhan ekonomi.
Defisit anggaran dan pembengkakan utang telah menjadi isu krusial dalam lanskap politik serta ekonomi global. Pemotongan pajak, lonjakan belanja pascapandemi, dan kenaikan suku bunga membuat biaya bunga utang melonjak tajam.
Upaya pemerintahan Trump menutupi defisit lewat pengetatan tarif terus menuai penolakan pelaku usaha dan uji hukum. Kondisi ini menuntut strategi fiskal terukur karena lonjakan utang mengancam stabilitas dolar dan peringkat kredit AS.









