BERTUAHPOS — Di Jalan Bakti Husada, Kelurahan Pebatuan, Kota Pekanbaru, terdapat sebuah usaha kecil. Namanya Fitra Service Elektronik. Dikelola langsung oleh seorang pria. Namanya, Bujang Kelana.
Usaha tersebut bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi bukti perjuangan dan ketekunan dalam mengejar mimpi. Bujang Kelana bukanlah lulusan teknik atau akademisi bidang elektronik. Sebelum membangun usahanya, ia dikenal sebagai seorang tukang bangunan.
Namun, sejak muda, ia sudah menunjukkan ketertarikan besar terhadap dunia elektronik. Ia sering mengotak-atik peralatan rumah tangga yang rusak, baik milik sendiri maupun milik tetangga. Dari ketertarikan itulah, benih kecintaannya terhadap dunia elektronik mulai tumbuh.
Kini, pria yang telah memiliki satu orang cucu ini menjadikan hobi lamanya sebagai sumber rezeki utama. Dengan penuh cinta, ia menamai usahanya Fitra Service, diambil dari nama cucu tercintanya, Fitra.
Usaha ini ia rintis dari nol, berawal dari sebuah meja kerja sederhana di depan teras rumahnya. Tanpa modal besar dan perlengkapan mewah, Bujang membuktikan bahwa kemauan yang kuat lebih penting daripada fasilitas.
Keahlian tangan Bujang dalam memperbaiki berbagai jenis alat elektronik seperti televisi, kipas angin, dispenser, dan blender membuatnya cepat dikenal warga sekitar.
Dia bekerja penuh ketelitian dan kesabaran, memastikan setiap barang yang diperbaikinya bisa kembali berfungsi optimal. Tidak heran jika banyak pelanggan merasa puas dan akhirnya merekomendasikan jasanya kepada orang lain.
Menurut pengakuannya, pelanggan yang datang kebanyakan tahu dari cerita mulut ke mulut. “Saya tidak pasang iklan di mana-mana. Alhamdulillah, pelanggan datang sendiri karena merasa puas dengan hasil kerja saya,” ujarnya kepada Bertuahpos, Sabtu, 10 Mei 2025.
Namun, menjalankan usaha seorang diri tentu memiliki tantangan tersendiri. Bujang mengaku kewalahan ketika menerima banyak pesanan sekaligus. “Kalau sedang ramai, saya harus kerjakan satu per satu. Tidak bisa buru-buru, karena saya ingin hasilnya memuaskan,” katanya.
Ia sadar bahwa kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan merupakan tantangan, namun ia tidak ingin mengorbankan kualitas demi cepat selesai.
Meski demikian, ia tetap bersyukur karena kesibukan itu menjadi pertanda kepercayaan masyarakat terhadap jasanya. Ia terus berusaha mengatur waktu sebaik mungkin, dan tak jarang harus bekerja hingga malam demi menuntaskan pekerjaannya.
“Saya anggap ini rezeki. Selama tangan dan mata saya masih kuat, saya kerjakan dengan ikhlas,” tutur Bujang.
Fitra Service Elektronik kini menjadi salah satu tempat andalan warga Pebatuan untuk memperbaiki alat elektronik mereka. Meskipun kecil dan sederhana, usaha ini telah membawa perubahan besar dalam hidup Bujang Kelana dan keluarganya. Ia tidak hanya mendapat penghasilan, tapi juga kepuasan batin karena bisa membantu orang lain.***
— Habibie









