• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kenapa Gaharu RI Kian Jadi Incaran Arab Saudi?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 Maret 2026
Kenapa Gaharu RI Kian Jadi Incaran Arab Saudi?

Kayu gaharu kering | Foto: Funtastetive.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Bukan lewat nikel atau batu bara, “emas hijau” berupa kayu gaharu asal hutan Sumatra dan Kalimantan, menjadi buruan utama kolektor dan industri kelas atas di Arab Saudi hingga Korea Selatan.

Nilai ekonominya sangat fantastis. Di pasar internasional, harga gaharu kualitas premium bisa menembus angka US20.000 hingga US100.000 per kilogram, atau setara dengan ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Pohon Aquilaria, sumber utama gaharu, tidak menghasilkan aroma harum secara instan. Kayu ini baru akan mengeluarkan resin berharga ketika pohonnya “terluka” atau terinfeksi jamur secara alami. Reaksi pertahanan diri inilah yang menciptakan getah gelap dengan aroma kompleks yang sangat mahal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren positif pada nilai ekspor komoditas ini. Meski secara volume sempat fluktuatif, nilai ekspor gaharu Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar US16,6 juta, naik tipis dari tahun sebelumnya yang berada di angka US16,4 juta.

Arab Saudi masih mendominasi sebagai penyerap terbesar gaharu Indonesia. Nilai ekspor ke negara tersebut melonjak tajam menjadi US10,9 juta pada 2023, dari yang sebelumnya hanya US8,4 juta. Hal ini membuktikan bahwa kualitas gaharu RI tak tertandingi di Timur Tengah.

Menurut CNBC Indonesia Research, gaharu asal Sumatra dan Kalimantan punya karakter aroma yang sangat dalam dan tahan lama. Profil aroma seperti ini sangat dicari oleh peracik parfum mewah di dunia.

Selain Timur Tengah, Korea Selatan kini mulai melirik potensi kayu aromatik ini. Tren gaya hidup sehat dan penggunaan bahan alami di Negeri Ginseng mendorong permintaan gaharu sebagai bahan baku dupa premium dan produk relaksasi.

Namun, di balik kegemilangan harga tersebut, tantangan besar membayangi para petani dan eksportir. Proses pembentukan resin yang memakan waktu bertahun-tahun menjadikan gaharu sebagai investasi jangka panjang yang memerlukan kesabaran ekstra.

Pemerintah terus mendorong upaya budidaya terencana agar pasokan tetap terjaga tanpa merusak ekosistem hutan alami. Praktik penebangan ilegal masih menjadi isu sensitif yang dapat mengancam status keberlanjutan gaharu di pasar dunia.

Faktor iklim dan teknik budidaya yang tepat sangat menentukan kualitas resin. Kita tidak bisa hanya mengandalkan alam, harus ada intervensi teknologi agar hasilnya maksimal.

Keunggulan gaharu Indonesia dibanding negara kompetitor di Asia Tenggara terletak pada variasi jenisnya. Indonesia memiliki keragaman spesies Aquilaria yang memberikan profil aroma berbeda-beda, sehingga memberikan banyak pilihan bagi pasar global.

Saat ini, kementerian terkait juga tengah fokus pada program hilirisasi. Harapannya, Indonesia tidak hanya mengekspor kayu mentah atau serpihan kayu (chip), tetapi juga produk olahan seperti minyak atsiri gaharu yang nilai tambahnya jauh lebih tinggi.

Pasar Uni Emirat Arab, Singapura, dan Kuwait juga tercatat sebagai negara tujuan ekspor yang konsisten. Kehadiran pembeli dari Korea Selatan menambah daftar panjang negara maju yang mengakui kualitas “emas hijau” dari tanah air.***

Tags: insight
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru
Insight

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

...

Read moreDetails
Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Next Post
Late Night Sale Ramadan 1447 H, Mal SKA Pekanbaru Siapkan Lucky Draw Logam Mulia

Late Night Sale Ramadan 1447 H, Mal SKA Pekanbaru Siapkan Lucky Draw Logam Mulia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.