• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Inilah Sosok Asli Popeye, Pelaut dengan Pipa Rokok yang Suka Makan Bayam

Popeye genap 97 tahun pada 17 Januari 2026. Di balik pelaut legendaris ini, tersimpan kisah nyata Frank Fiegel, sosok inspirasi yang terlupakan.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 Januari 2026
Inilah Sosok Asli Popeye, Pelaut dengan Pipa Rokok yang Suka Makan Bayam

Inilah Sosok Asli Popeye, Pelaut dengan Pipa Rokok yang Suka Makan Bayam

306
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Popeye selalu mengingatkan anak-anak agar mau makan sayur jika ingin kuat. Namun, banyak juga anak-anak di zaman dulu bertanya, “Apakah pipa rokok itu juga bikin dia kuat?” Para orang tua biasanya sedikit naik pitam jika anak mereka menanyakan itu.

Serial kartun ini membuat kita bernostalgia dengan era TV hitam putih di Indonesia. Tepat pada 17 Januari 2026, dunia menandai 97 tahun kelahiran Popeye.

Dia adalah tokoh utama dengan karakter pelaut legendaris yang identik dengan kaleng bayam, pipa rokok, dan lengan berotot. Tokoh ini pertama kali muncul pada 17 Januari 1929 dalam komik strip Thimble Theatre karya Elzie Crisler (E.C.) Segar.

Awalnya bukan Popeye yang jadi tokoh utama, tapi karakter Olive Oyl. Namun, kehadiran Popeye sebagai pelaut kasar dengan karakter kuat justru mencuri perhatian pembaca. Popularitasnya melonjak cepat hingga akhirnya Popeye memiliki serial animasi sendiri pada 1933.

Produksi film pendek animasi Popeye ditangani Fleischer Studios, di bawah arahan Max dan Dave Fleischer, dengan Jack Mercer sebagai pengisi suara ikonik. Serial ini tayang hingga 1942 dan menempatkan Popeye sebagai salah satu karakter animasi paling berpengaruh pada masanya.

Seiring berjalannya waktu, ketenaran Popeye tidak meredup. Pada dekade 1960-an hingga 1970-an, karakter ini merambah televisi Amerika Serikat dan menjadi fenomena budaya pop. Popeye juga hadir dalam berbagai produk merchandise, mulai dari mainan hingga pakaian.

Puncak ekspansi lintas media terjadi pada 1980, ketika aktor Robin Williams memerankan Popeye dalam film live-action. Film ini memperkenalkan Popeye kepada generasi baru, sekaligus mempertegas statusnya sebagai ikon budaya global.

Di balik jargon terkenalnya, “I yam what I yam, and that’s all what I yam,” Popeye tidak sekadar sosok kartun penggemar bayam. Karakter ini menyimpan kisah inspirasi yang berakar pada kehidupan nyata.

Dunia Popeye dan Karakter Ikonik

Menurut Encyclopaedia Britannica, Popeye digambarkan sebagai pelaut bertubuh kecil namun tangguh, bermata sipit, dengan lengan bawah besar yang menjadi simbol kekuatannya. Ia dikenal lugas dan lebih memilih adu tinju ketimbang adu argumen.

Dunia Popeye dipenuhi karakter unik. Ada J. Wellington Wimpy yang terobsesi hamburger, Swee’pea—bayi adopsi yang dipanggilnya “infink”, serta Bluto, rival abadi yang selalu memperebutkan cinta Olive Oyl.

Dalam cerita, Popeye memperoleh kekuatan luar biasa setelah mengonsumsi bayam. Namun, riset sejarah menunjukkan bahwa kekuatan karakter ini tidak sepenuhnya lahir dari imajinasi.

E.C. Segar diketahui banyak mengambil inspirasi dari orang-orang di kampung halamannya, Chester, Illinois. Olive Oyl disebut terinspirasi dari Dora Paskel, pemilik toko kelontong bertubuh jangkung. Sementara Wimpy mencerminkan mantan atasan Segar di sebuah bioskop lokal.

Transformasi karakter nyata menjadi tokoh kartun ini terbukti sukses besar. Popeye kemudian dikenal di berbagai negara dengan nama lokal berbeda, seperti Braccio di Ferro di Italia dan Marynarz Kubuś di Polandia.

Penghormatan yang Datang Terlambat

Inspirasi utama Popeye merujuk pada seorang pria bernama Frank Fiegel, yang dikenal warga lokal dengan julukan “Rocky”. Fiegel adalah pria keturunan Polandia yang bekerja sebagai bouncer bar dan buruh umum.

Secara fisik, Fiegel memiliki rahang kokoh, bermata satu, dan hampir selalu terlihat dengan pipa di mulutnya—ciri yang sangat mirip dengan Popeye versi awal. Namun, berbeda dengan karakter kartun yang memuja bayam, Fiegel di kehidupan nyata lebih dikenal sebagai penikmat minuman keras.

Meski memiliki reputasi sebagai petarung tangguh, Fiegel dikenal berhati lembut. Ia kerap melindungi anak-anak dari perundungan, meski sering diganggu saat tertidur di bangku bar.

Ironisnya, hingga wafat pada 1947 di usia 79 tahun, Fiegel tidak pernah benar-benar mengetahui bahwa dirinya menjadi inspirasi bagi karakter animasi yang mendunia. Sejumlah sejarawan berbeda pendapat soal apakah Segar pernah mengirimkan royalti kepadanya.

Kisah pilu Fiegel berlanjut setelah kematiannya. Selama puluhan tahun, makamnya tidak memiliki penanda. Baru pada 1996, sebuah nisan khusus dipasang sebagai bentuk penghormatan, lengkap dengan ukiran wajah Popeye.

Nisan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sang pelaut legendaris tidak lahir dari dunia fantasi semata, melainkan dari kehidupan seorang pria sederhana di sudut bar kecil Illinois.***




Sumber: National Geographic Indonesia

Tags: Catatan sejarahinsight
Share7Tweet5Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru
Insight

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

...

Read moreDetails
Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Next Post
Gerak Harga Emas di Pegadaian Sepekan Masih Pada Tren Menguat, Simak Penjelasan Lengkapnya

Gerak Harga Emas di Pegadaian Sepekan Masih Pada Tren Menguat, Simak Penjelasan Lengkapnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.