• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Indonesia Berpotensi Kurangi Ketergantungan Gandum dan Terigu untuk Mie dan Produk Berbasis Tepung Lewat Tanaman Ini

“Tanaman ini tahan terhadap cuaca ekstrem, membutuhkan air relatif sedikit, dan kaya serat. Sayangnya, masih belum dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.”

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Februari 2026
Indonesia Berpotensi Kurangi Ketergantungan Gandum dan Terigu untuk Mie dan Produk Berbasis Tepung Tanaman Ini

Indonesia Berpotensi Kurangi Ketergantungan Gandum dan Terigu untuk Mie dan Produk Berbasis Tepung

202
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum dan terigu terus menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan nasional.

Di tengah tingginya konsumsi mie dan produk berbasis tepung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah strategis dengan mendorong diversifikasi pangan nonberas melalui pengembangan mie bebas gluten berbasis sorgum.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Alih Teknologi Mi Bebas Gluten Berbasis Sorgum yang digelar di Kawasan Sains Muhammadi Siswosudarmo, Subang, pada Senin, 19 Januari 2026.

Kegiatan ini digagas Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) di bawah Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM), melibatkan periset lintas pusat riset serta mitra industri dan startup binaan BRIN.

Pelatihan ini bukan sekadar agenda transfer teknologi, melainkan bagian dari peta jalan riset terapan BRIN untuk membangun ekosistem industri sorgum nasional yang berkelanjutan, dari hulu hingga hilir.

Sorgum, Komoditas Lokal yang Terlupakan

Kepala PRTP BRIN, Hens Saputra, menegaskan bahwa kedaulatan pangan tidak bisa terus bergantung pada dua komoditas utama, beras dan jagung. Indonesia, menurutnya, membutuhkan sumber pangan alternatif yang adaptif terhadap perubahan iklim dan memiliki nilai gizi tinggi.

“Sorgum sebenarnya sangat cocok dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini tahan terhadap cuaca ekstrem, membutuhkan air relatif sedikit, dan kaya serat. Sayangnya, masih belum dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Hens.

Ia menyoroti ironi tingginya konsumsi terigu di Indonesia, sementara gandum tidak dapat tumbuh optimal di dalam negeri. Ketergantungan impor ini membuat sistem pangan nasional rentan terhadap gejolak global, mulai dari gangguan rantai pasok hingga fluktuasi harga internasional.

“Di sisi lain, minat masyarakat terhadap mi dan roti sangat besar. Ini membuka peluang strategis bagi mi nonterigu berbasis sorgum sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pengembangan mi sorgum tidak lepas dari tantangan teknis, terutama karena karakter sorgum yang berbeda dengan gandum. Melalui riset intensif, BRIN bersama mitra industri mengembangkan teknologi ekstrusi untuk menghasilkan mi sorgum dengan tekstur dan cita rasa yang mendekati mi gandum.

BRIN menggandeng PT Sedana Panen Sejahtera sebagai mitra industri sejak 2023, yang kemudian berlanjut pada pengembangan formulasi spageti sorgum pada 2025. Selain itu, PT Noang Prima Utama menjadi startup binaan BRIN yang telah menerima lisensi proses produksi mi sorgum sejak 2021.

Kolaborasi riset ini melibatkan berbagai pusat riset, mulai dari Teknologi Proses, Teknologi Manufaktur Peralatan, hingga Kimia Molekuler, untuk memastikan aspek gizi, keamanan pangan, dan skalabilitas industri dapat terpenuhi.

Hens menegaskan, visi BRIN terhadap sorgum tidak berhenti pada produk mi. Komoditas ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi ke berbagai sektor.

“Sorgum bisa dimanfaatkan untuk pangan, pakan ternak, energi terbarukan seperti etanol dan biomassa, hingga bahan baku industri lainnya. Inilah yang ingin kami dorong: industri sorgum yang utuh dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menilai keberadaan industri mi sorgum berpotensi mendorong tumbuhnya industri kecil dan menengah (IKM), membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi di daerah sentra produksi sorgum.

Perwakilan PT Sedana Panen Sejahtera, Lisan Suryana Putra, mengungkapkan bahwa produk spageti sorgum yang dikembangkan bersama BRIN telah diuji pasar dan mendapat respons positif dari konsumen.

“Rasanya mirip spageti gandum, tetapi bebas gluten dan lebih tinggi serat. Ini menjadi keunggulan utama bagi konsumen yang peduli kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, PT Sedana telah mengembangkan beragam produk olahan sorgum, mulai dari tepung, gula, kecap, hingga pengembangan sektor peternakan. Bahkan, sorgum juga mulai dieksplorasi sebagai bahan baku produk perawatan kulit seperti face mist, serta dijajaki untuk kerja sama energi dengan Pertamina.

Menurut Lisan, teknologi ekstrusi memungkinkan sorgum diolah menjadi mi yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga fungsional bagi kesehatan. Ia optimistis sorgum dapat menjadi komoditas unggulan baru Indonesia, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Langkah BRIN dalam mendorong mi sorgum bebas gluten mencerminkan pergeseran pendekatan kebijakan pangan nasional: dari sekadar produksi menuju inovasi berbasis riset dan teknologi. Diversifikasi pangan tidak lagi menjadi wacana, melainkan kebutuhan strategis di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global.

Jika pengembangan ini berjalan konsisten dan didukung kebijakan lintas sektor, sorgum berpeluang menjadi simbol baru ketahanan pangan Indonesia—lokal, sehat, dan berkelanjutan.***




mie sorgum, sorgum bebas gluten, diversifikasi pangan, ketahanan pangan nasional, BRIN, pangan nonberas, inovasi pangan Indonesia

Tags: ketahanan panganpertanian
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
Internasional

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

...

Read moreDetails
Kolaborasi antara mahasiswa agroteknologi dan teknik elektro UIN Suska Riau berhasil menciptakan smart farming berbasis internet of thing untuk apotek hidup di lokasi KKN mereka.

Mahasiswa UIN Suska Riau Berhasil Kembangkan Teknologi Smart Farming IoT untuk Apotek Hidup di Lokasi KKN

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

musim kemarau. Pemda Harus Siap-siap Antisipasi Dampak Puncak Musim Kemarau pada Agustus

Pemda Harus Siap-siap Antisipasi Dampak Puncak Musim Kemarau pada Agustus

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Proteksi Petani Lokal, Presiden Prabowo Instruksikan Bulog Serap 1 Juta Ton Jagung

Proteksi Petani Lokal, Presiden Prabowo Instruksikan Bulog Serap 1 Juta Ton Jagung

Next Post
OJK Tunjuk Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi Gantikan Anggota Dewan Komisioner yang Mundur

OJK Tunjuk Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi Gantikan Anggota Dewan Komisioner yang Mundur

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.