BERTUAHPOS.COM — Pemerintah pusat mengingatkan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mewaspadai ancaman kekeringan seiring mendekatnya puncak musim kemarau.
Fenomena El Niño diprediksi akan mencapai puncaknya pada Agustus 2026 dan berpotensi mengganggu sektor pertanian di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Riau.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menyebut, Menteri Pertanian telah menyurati seluruh gubernur hingga bupati untuk segera mengambil langkah antisipasi.
“Tentunya berkoordinasi dengan Mendagri untuk menggerakkan langkah-langkah antisipasi kemarau,” katanya, Kamis, 18 Juni 2026, yang disiarkan kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Kementan meminta setiap daerah diminta melakukan pemetaan wilayah yang selama ini rawan kekeringan sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Langkah ini mencakup penerapan early warning system untuk antisipasi, adaptasi, dan mitigasi dampak kekeringan di tingkat lokal.
Selain itu, Pemda juga didorong mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, serta pemanfaatan sumur air dangkal dan sumber air lainnya.
“Serta memanfaatkan pompanisasi, perpipaan, dan irigasi perpompaan,” lanjut Suwandi.
Suwandi menambahkan, Kementan turut mendorong gerakan percepatan tanam di wilayah potensial menggunakan varietas padi genjah dan tahan kekeringan.
Beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Pajajaran, dan Cakrabuana.
Penyesuaian pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air di masing-masing wilayah juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Suwandi menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam memantau kondisi lahan pertanian.
“Tingkatkan koordinasi dan sinergi antara pemda dan seluruh pemangku kepentingan dalam pemantauan kondisi lahan pertanian,” ujarnya.
Kementan berharap seluruh strategi antisipasi dapat dijalankan sebelum puncak musim kemarau benar-benar tiba. Dengan persiapan matang, dampak kekeringan terhadap produksi pangan nasional diharapkan dapat diminimalkan.
“Semua disiapkan dengan baik, mulai dari air, benih, dan lain sebagainya, serta selalu pantau perkiraan cuaca di daerah masing-masing,” tutup Suwandi.









