• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Agar Susu Sapi Lancar Setelah Melahirkan, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Peternak

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
6 Mei 2026
Agar Susu Sapi Lancar Setelah Melahirkan, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Peternak

Agar Susu Sapi Lancar Setelah Melahirkan.

275
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Agar susu sapi lancar setelah melahirkan menjadi salah satu tantangan nyata yang kerap dihadapi peternak, padahal pedet atau bayi sapi wajib mendapat kolostrum dalam rentang 3 hingga 6 jam pertama setelah lahir. Keterlambatan asupan ASI bisa berdampak serius pada imunitas pedet di masa pertumbuhannya.

Menurut dokter hewan Khairul Rizal, dalam rentang waktu 24 hingga 48 jam setelah melahirkan, kandungan kolostrum dalam susu indukan sapi berada di level tertinggi. Ia menyebut kolostrum pada periode ini sangat vital bagi pedet untuk membangun kekebalan tubuh yang maksimal sejak dini.

“Sedangkan menyusui bagi pedet sangat diperlukan agar mendapatkan imunitas yang maksimal. Namun masalahnya ASI dari indukan sapi tidak keluar,” tuturnya kepada Bertuahpos, beberapa waktu lalu.

Langkah pertama yang bisa dilakukan peternak saat menghadapi kondisi ini adalah memberikan rangsangan dari luar berupa obat perangsang air susu kepada indukan sapi. Obat ini berfungsi menstimulasi produksi ASI pada sapi yang baru selesai melahirkan agar segera mengalir dan bisa diberikan kepada pedet.

Jika ASI sudah bisa diperah, susu langsung dimasukkan ke dalam dot dan diberikan kepada pedet sesegera mungkin. Namun cara terbaik tetap membiarkan pedet menghisap langsung dari induknya karena proses menyusui langsung juga turut merangsang produksi ASI secara alami.

“Namun jika pedet bisa menghisap langsung ASI dari induknya lebih bagus, karena itu juga turut merangsang produksi ASI. Namun jika tidak, maka pedet harus diberikan ASI yang sudah diperah menggunakan dot,” jelasnya.

Selain memastikan ASI mengalir lancar, peternak juga wajib memperhatikan kondisi plasenta indukan sapi pascamelahirkan. Plasenta harus keluar paling lambat dalam waktu 12 jam setelah proses persalinan selesai.

Jika plasenta tidak keluar dalam batas waktu tersebut, peternak disarankan segera menghubungi dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut. Penanganan yang cepat dan tepat pada masa kritis ini sangat menentukan kesehatan indukan maupun keselamatan pedet di tahap awal kehidupannya.

“Namun jika pedet bisa menghisap langsung ASI dari induknya lebih bagus, karena itu juga turut merangsang produksi ASI. Namun jika tidak, maka pedet harus diberikan ASI yang sudah diperah menggunakan dot,” jelasnya.

Tags: insightpeternakansapi
Share7Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak
Ekonomi

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

...

Read moreDetails
Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Next Post
Samsung Galaxy S26 dan Xiaomi 17 Ultra Adu Spesifikasi, yang Mana Pilihan Anda?

Samsung Galaxy S26 dan Xiaomi 17 Ultra Adu Spesifikasi, yang Mana Pilihan Anda?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.