Warga Muhammadiyah Diminta Tak Terprovokasi Peristiwa Peneroran Diskusi Mahasiswa UGM

Sabtu, 30 Mei 2020 21:10
Warga Muhammadiyah Diminta Tak Terprovokasi Peristiwa Peneroran Diskusi Mahasiswa UGM

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta warganya tetap tenang dan tak terprovokasi pencatutan nama Muhammadiyah untuk tindakan teror diskusi mahasiswa UGM.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam akun twitternya, @Abe_Mukti pada Sabtu, 30 Mei 2020 mengatakan Muhammadiyah memang dirugikan dan dicemarkan nama baiknya dalam kejadian ini. Namun, dia mengimbau warga Muhammadiyah agar bersikap arif dan bijaksana menyikapi masalah ini.

“Muhammadiyah dirugikan dan dicemarkan nama baiknya, tapi pada warga Muhammadiyah agar bersikap arif dan bijaksana. Tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak yang mencoba memecah belah,” pesan Abdul Mu’ti.

PP Muhammdiyah juga mengecam keras dan menegaskan bahwa tindakan teror kepada diskusi mahasisiwa tidak sesuai dengan visi, karakter, dan juga kepribadian Muhammadiyah.

Baca: Kokcin, Penadah Minyak Curian Chevron Senilai Rp1,9 Miliar Hanya Dituntut 2 Tahun Penjara

“Kami mengharapkan aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini, sesuai dengan nomor hp yang tertulis dalam keterangan yang disampaikan Dekan Fakultas Hukum UGM,” tambahnya.

Seperti diketahui, diskusi mahasiswa Constitusional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UGM dengan tema ‘Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’ pada 29 Mei 2020 terpaksa dibatalkan.

Hal ini dilakukan lantaran adanya teror tertulis dan ancaman pembunuhan kepada pembicara, moderator dan nara hubung agenda diskusi, serta ketua CLS.

Ancaman teror tersebut bertuliskan:

“Halo pak. Bilangin tuh ke anaknya ******* Kena pasal atas tindakan makar. Kalo ngomong yg beneran dikit lahhh. Bisa didik anaknya ga pak!!! Saya dari ormas Muhammadiyah klaten. Jangan main main pakk. Bilangin ke anaknya. Suruh datang ke polres sleman. Kalo gak apa mau dijemput aja? Atau gimana? Saya akan bunuh keluarga bapak semuanya kalo gabisa bilangin anaknya,” demikian isi teror yang dikirimkan pada tanggal 29 Mei 2020, pukul 13.17-13.19 WIB, seperti disampaikan Dekan Fakultas Hukum UGM, Sigit Riyanto.

Pesan lain juga dikirimkan pada 29 Mei 2020, pada pukul 13.24-13.27 WIB, dengan bunyi:

“Bisa bilangin anaknya ga ya Bu? Atau didik anaknya Bu biar jadi orang yg bener. Kuliah tinggi tinggi sok Sokan ngurus negara bu. Kuliah mahal mahal Bu ilmu anaknya masih cetek. Bisa didik ga Bu? Saya dari ormas Muhammadiyah Klaten. Jangan macam macam. Saya akan cari *****. ***** kena pasal atas tindakan makar. Tolong serahin diri aja. Saya akan bunuh satu keluarga *****,”

(bpc2)