BERTUAHPOS.COM — Seorang pria todong senjata nekat mengintimidasi sopir truk di tengah kemacetan parah di Kabupaten Rokan Hilir. Insiden menegangkan itu terjadi di Jalan Lintas Riau–Sumatera Utara, kawasan Simpang Bukit Timah, Kelurahan Rantau Bais.
Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir, AKP Kris Tofel, merincikan bahwa kronologi dari peristiwa itu bermula pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, saat arus lalu lintas mengalami penyumbatan total. Sistem buka-tutup jalan akibat perbaikan infrastruktur memaksa pengendara menunggu dalam antrean panjang yang melelahkan.
Tersangka berinisial AGK mengaku sudah terjebak dalam kemacetan tersebut selama kurang lebih 30 menit. Kesabarannya uji ketika sebuah mobil dari arah belakang nekat memotong jalur dan membuat lajur baru di sebelah kanan.
Merasa kesal karena jalurnya diserobot, AGK langsung turun dari kendaraannya untuk menghentikan mobil pemotong antrean. Ia menegur pengemudi mobil tersebut karena dianggap egois dan berpotensi memperparah kemacetan di jalur lintas Sumatra.
“Menurut keterangan yang bersangkutan, dia menegur kendaraan yang memotong antrean karena khawatir menambah kemacetan,” kata AKP Kris Tofel merincikan hasil pemeriksaan. Namun, situasi kian memanas saat terjadi cekcok mulut antara kedua pihak.
AGK merasa terpancing emosi setelah mendengar kata-kata yang dianggap tidak tepat dari pengemudi mobil. Dalam kondisi naik pitam, ia kembali ke mobilnya untuk mengambil sebuah pistol jenis Glock airsoft gun.
Pelaku kemudian memperlihatkan senjata replika tersebut di pinggangnya saat perselisihan masih berlangsung. Aksi nekat ini bertujuan untuk mengintimidasi korban dan menunjukkan dominasi di tengah jalan umum yang ramai.
Video berdurasi pendek yang merekam aksi koboi jalanan tersebut lantas beredar luas dan memicu viralitas instan. Warga setempat merasa resah melihat seseorang membawa benda menyerupai senjata api jenis pistol di tempat umum.
Tim kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan AGK kurang dari 24 jam setelah kejadian. Tersangka diringkus di Kabupaten Bengkalis setelah diketahui merupakan anggota resmi Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin).









