• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Siap Hadapi Risiko Penurunan Bobot Indeks Global, OJK Tuntaskan Reformasi Pasar Modal

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 April 2026
Siap Hadapi Risiko Penurunan Bobot Indeks Global, OJK Tuntaskan Reformasi Pasar Modal

Foto: Ilustrasi / Perbanas.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) resmi merampungkan 4 agenda reformasi besar guna meningkatkan kredibilitas pasar saham Indonesia di mata dunia. Langkah ini mencakup pengetatan aturan kepemilikan saham hingga transparansi data investor yang lebih mendalam.

Meski kebijakan ini bertujuan memperkuat tata kelola jangka panjang, otoritas bursa mengakui adanya konsekuensi jangka pendek berupa potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks global seperti MSCI akibat penyaringan data yang lebih ketat.

Adapun 4 inisiatif utama yang telah berlaku meliputi kewajiban publikasi data kepemilikan saham di atas 1% secara bulanan serta peningkatan klasifikasi tipe investor dari 9 menjadi 39 tipe agar lebih granular. Selain itu, regulator secara resmi menaikkan batas minimum saham publik (free float) dari 7,5% menjadi 15% per 31 Maret 2026.

Puncaknya, OJK mengumumkan daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada 2 April 2026 untuk memberikan peringatan dini bagi para investor mengenai risiko likuiditas.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa seluruh poin dalam proposal kepada penyedia indeks global telah terpenuhi secara utuh. Paket kebijakan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pasar yang lebih sehat dan transparan.

OJK kini juga mulai bergerak pada agenda lanjutan dengan memperkuat sisi supply melalui produk investasi baru seperti ETF emas, serta mendorong sisi demand lewat program PINTAR Reksa Dana untuk memperluas basis investor ritel secara berkelanjutan.

“Proposal-proposal yang mengacu pada empat inisiatif utama yang telah kami informasikan, alhamdulillah, puji syukur telah secara lengkap berhasil kami tuntaskan,” ujar Hasan dalam Sosialisasi Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia di Gedung BEI, pada 2 April 2026.

Di sisi lain, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan kesiapannya jika kebijakan “bersih-bersih” ini berdampak pada posisi saham Indonesia di indeks internasional.

Analisis data yang lebih granular dan identifikasi saham HSC berpotensi memicu penyesuaian bobot oleh penyedia indeks global. Namun, BEI memandang hal ini sebagai momentum perbaikan fundamental agar pasar modal domestik lebih berdaya saing dan akuntabel dalam jangka panjang.

“Jadi bisa saja ada potensi misalnya ada potensi penurunan bobot untuk saham-saham Indonesia yang baik dari hasil analisis granularisasi data maupun dari high shareholders concentration bisa saja mengakibatkan adanya penurunan bobot,” kata Jeffrey.

Melalui reformasi ini, OJK dan BEI berkomitmen untuk mengutamakan perlindungan investor dan kualitas pasar di atas sekadar mengejar volume transaksi. Pengetatan aturan free float dan transparansi kepemilikan diharapkan mampu meminimalisir praktik goreng saham dan lonjakan harga tidak wajar yang sering menjadi sorotan.

Walaupun pasar mungkin mengalami guncangan bobot indeks dalam waktu dekat, langkah ini dipandang sebagai investasi besar untuk menarik aliran modal asing yang lebih berkualitas dan stabil di masa depan.***

Tags: finansialInvestasipasar modalsaham
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi
Ekonomi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

...

Read moreDetails
Prabowo Tantang MSCI, IHSG Sempat Anjlok hingga 11,6%

Prabowo Tantang MSCI, IHSG Sempat Anjlok hingga 11,6%

Usai Tetapkan Batas ARB 7%, BEI Minta Investor Tak Bereaksi dalam Kepanikan

Usai Tetapkan Batas ARB 7%, BEI Minta Investor Tak Bereaksi dalam Kepanikan

Dirut Baru BEI Andalkan Strategi Transparansi dan Tata Kelola yang Baik

6 Saham Berpotensi Beri Dividen di Atas 10% saat Pasar Terkoreksi

OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun

OJK Sanksi Pelanggaran Saham 3 Emiten, Total Denda Rp2,1 Triliun

Riau Cari Investor untuk Pelabuhan Buruk Bakul

Riau Cari Investor untuk Pelabuhan Buruk Bakul

Next Post
Pemprov Riau Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat, Plt Gubri: Kendaraan Dinas Wajib Parkir di Rumah!

Pemprov Riau Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat, Plt Gubri: Kendaraan Dinas Wajib Parkir di Rumah!

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.