BERTUAHPOS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak mendatar (sideways) hari ini, Rabu, 19 November 2025, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Dia menilai IHSG berpotensi bergerak sideways pada perdagangan hari ini. Menurutnya, pasar menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan tetap berada di level 4,75%. “IHSG berpotensi sideways karena investor menunggu arah kebijakan BI rate,” ujarnya dalam riset harian.
Fanny memproyeksikan level support IHSG di 8.300–8.350, sementara resistance berada di 8.400–8.430. Ia menyebut beberapa saham yang patut dicermati hari ini, di antaranya BUMI, DEWA, MBMA, INET, BREN, dan RAJA, dengan strategi speculative buy.
Dari sisi teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih menyimpan peluang penguatan jika mampu bertahan di area support utama.“Best case-nya, IHSG masih berada pada struktur wave (iii) dari wave [iii] dan berpotensi menguat menuju 8.487–8.539,” jelasnya.
Meski demikian, Herditya mengingatkan zona 8.279–8.332 sebagai area koreksi terdekat yang perlu diwaspadai. Untuk perdagangan hari ini, ia merekomendasikan empat saham yaitu BFIN, BUVA, PTRO, dan ULTJ.
IHSG ditutup melemah 0,65% ke level 8.361 pada perdagangan Selasa (19/11), seiring meningkatnya aksi jual investor asing yang mencatat net sell sekitar Rp320 miliar.
Data perdagangan menunjukkan saham-saham blue chip menjadi yang paling banyak dilepas asing, antara lain BBCA, BRPT, ANTM, IMPC, dan MDKA. Tekanan jual tersebut membuat IHSG bergerak terbatas sepanjang sesi.***









