BERTUAHPOS – Pemerintah Kota Pekanbaru mengancam akan memutus kontrak dengan pengembang karena revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru molor dari target.
Namun, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, terus mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi pasar tersebut. Dia mengakui banyak aduan yang masuk karena proyek tersebut tak kunjung selesai, sehingga menghambat aktivitas perdagangan dan perputaran uang di kawasan tersebut.
Agung menginstruksikan jajaran jajarannya untuk segera memanggil pengelola proyek guna melakukan evaluasi terbuka dan transparan. Dia memastikan data hunian kios dan komitmen penyelesaian pengerjaan dipaparkan secara jelas.
“Panggil semua pihak terkait. Kita buka datanya, mulai dari total kios, yang sudah terisi, sampai komitmen penyelesaian dari pihak ketiga,” ujar Agung Nugroho di Pekanbaru.
Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru awalnya ditargetkan rampung pada November 2025. Namun, hingga kini masih belum menunjukkan tanda selesai.
Walikota memperingatkan bahwa Pemko Pekanbaru siap mengambil langkah pemutusan kontrak jika pihak ketiga selaku pelaksana proyek tidak mampu memenuhi kewajibannya.
PJ Sekdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menegaskan bahwa aspek legalitas dalam perjanjian kerja sama memiliki konsekuensi finansial dan administratif yang berat.
Meskipun pihak ketiga berdalih adanya kendala teknis di lapangan, pemerintah tetap menuntut percepatan agar pasar bersejarah tersebut bisa segera beroperasi penuh untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) serta kesejahteraan pedagang.
“Dalam perjanjian ada hak dan kewajiban. Kalau terjadi keterlambatan, pasti ada konsekuensinya,” kata Ingot.
Saat ini, Pemko Pekanbaru memberikan tambahan tenggat waktu agar fasilitas perdagangan tersebut segera difungsikan untuk menangkap momentum aktivitas belanja masyarakat.
“Kita minta segera diselesaikan. Targetnya setelah Lebaran pasar sudah bisa difungsikan,” kata Ingot.***








