BERTUAHPOS.COM — PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana melepas seluruh saham yang dimilikinya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) senilai Rp1,77 triliun.
Perusahaan konstruksi pelat merah ini akan menjual 1.714.808 saham atau 47,18% kepemilikannya di JMJ kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dengan nilai transaksi Rp1.765.816.000.000.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan 7 Oktober 2026, JMJ merupakan pemegang konsesi Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.
Rencana divestasi ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat, 13 November 2026, di ADHI Tower, Jakarta Timur.
ADHI dan SMI telah meneken Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada 30 September 2026, dengan target penyelesaian paling lambat 30 November 2026.
Transaksi ini masih menunggu sejumlah persyaratan, antara lain konfirmasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta restu RUPS ADHI.
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan menaksir nilai pasar saham tersebut sebesar Rp1,74 triliun per 30 Juni 2026.
Dengan demikian, harga jual kepada SMI berada 1,75% di atas nilai pasar dan dinilai wajar oleh penilai independen.
Setelah transaksi rampung, ADHI tidak lagi memiliki saham di JMJ. Pemegang saham JMJ yang tersisa adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan porsi 52,82%.
Manajemen menyebut dana hasil divestasi akan digunakan untuk membayar utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta kebutuhan usaha lainnya.
Langkah ini juga ditujukan untuk membatasi kebutuhan setoran modal tambahan ke JMJ, yang diproyeksikan masih merugi pada tahap awal operasional tol.
Pengumuman RUPSLB telah disampaikan pada 7 Oktober 2026, sedangkan pemanggilan dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, dengan RUPSLB dinyatakan sah apabila dihadiri lebih dari separuh saham dengan hak suara yang sah.






