• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Suku Bunga BI Naik Jadi 5,5%, Apindo Peringatkan Risiko Pembiayaan Kredit bagi UMKM dan Properti

Pedrianto by Pedrianto
10 Juni 2026
BI Masih Punya Ruang Pangkas Suku Bunga Lanjutan di Semester II 2025

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.

182
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) secara tegas mewanti-wanti bahwa keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (suku bunga BI) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% akan langsung membebani sektor pembiayaan kredit. Kenaikan ini mungkin menekan daya beli masyarakat melalui cicilan KPR, kendaraan, hingga modal kerja UMKM yang sangat bergantung pada likuiditas perbankan.

“Sektor properti dan otomotif akan paling sensitif karena kenaikan suku bunga BI berpotensi menahan permintaan rumah kelas menengah dan pembelian kendaraan,” kata Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, dikutip dari Bisnis.com, Rabu, 10 Juni 2026.

Ia merinci bahwa industri konstruksi, manufaktur padat modal, serta sektor consumer durable juga akan merasakan dampak signifikan akibat mahalnya biaya dana.

Shinta menjelaskan bahwa kondisi ini akan diteruskan secara bertahap oleh perbankan ke tingkat bunga kredit modal kerja maupun investasi di lapangan. Saat ini, bunga pinjaman dunia usaha sudah berada di kisaran 8-14%, sehingga penambahan beban baru akan memaksa perusahaan melakukan rekalibrasi rencana ekspansi bisnis mereka.

“Perusahaan besar mungkin masih bisa bertahan berkat diversifikasi pendanaan, namun UMKM dan industri bermargin tipis akan sangat terpukul oleh kenaikan cost of fund ini,” ujar Shinta.

Dia menambahkan, kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk menjadi lebih berhati-hati dalam menambah kapasitas produksi, membeli mesin baru, atau merekrut tenaga kerja tambahan.

Di sisi lain, perlambatan konsumsi rumah tangga akibat beratnya beban cicilan juga akan memukul sektor usaha yang mengandalkan permintaan domestik. Apindo menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan keberlanjutan momentum pertumbuhan sektor riil yang sedang goyah.

Meski demikian, Apindo memahami langkah bank sentral sebagai upaya penting menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar terhindar dari tekanan inflasi impor yang lebih parah.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana seluruh kebijakan ekonomi nasional berjalan terkoordinasi agar tekanan terhadap sektor riil tidak semakin dalam,” imbuh Shinta.

Kendari demikian, Apindo berharap Pemerintah segera memperkuat langkah mitigasi berupa penurunan biaya logistik, energi, dan perizinan yang selama ini membebani operasional dunia usaha.

Selain itu, perluasan akses pembiayaan alternatif di luar perbankan serta optimalisasi insentif likuiditas menjadi dorongan mendesak untuk menjaga daya tahan tenaga kerja di tengah lonjakan biaya dana.

Tags: Apindobank Indonesiaekonomisuku bunga
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Pedrianto

Pedrianto


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke eMail: redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000
Ekonomi

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

...

Read moreDetails
Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.908 per Dolar AS di Awal Pasar

Rupiah Menguat Berkat Intervensi BI Jelang Keputusan RDG

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.791 Imbas Tensi Timur Tengah, Ini Upaya BI

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2026 Naik 4,9%, Ini Rinciannya

Next Post
Industri yang Bergantung dengan Bahan Baku Impor Semakin Terjepit Beban Ganda

Industri yang Bergantung dengan Bahan Baku Impor Semakin Terjepit Beban Ganda

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.