BERTUAHPOS.COM — Realisasi investasi Riau mencapai Rp20,23 triliun pada Triwulan II 2026. Realisasi investasi itu menempatkan Riau di posisi pertama di Sumatera dan peringkat kedelapan secara nasional.
“Namun, angka besar saja tidak cukup,” kata Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan capaian tersebut dalam Riau Investment Award & Riau Investment Forum di Pekanbaru, Jumat, 14 Agustus 2026. “Yang lebih penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Riau,” ujar SF Hariyanto.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau berupaya menjaga iklim dunia usaha dengan mengurai berbagai persoalan birokrasi yang menghambat kegiatan investasi. Proses perizinan didorong agar berjalan lebih cepat dengan tetap mengikuti ketentuan hukum.
Selain itu, kata dia, Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan besar tidak berjalan sendiri di Riau. Kemitraan dengan UMKM lokal menjadi jalur agar pelaku usaha kecil masuk ke rantai pasok perusahaan.
“Jangan persulit yang ingin berusaha dan berinvestasi di Riau. Kalau masih ada hambatan, mari kita dudukkan bersama,” kata SF Hariyanto.
Sepanjang 2026, Pemprov Riau telah memfasilitasi kemitraan antara 147 UMKM dengan 30 pelaku usaha besar. Nilai kesepakatan kerja sama itu mencapai Rp874.996.392 dan menyerap 446 tenaga kerja baru.
“Kalau ada kebutuhan perusahaan yang dapat dipenuhi oleh UMKM daerah, beri mereka kesempatan. Buka akses pasarnya, bangun kemitraannya, dan berikan ruang agar UMKM kita bisa masuk ke dalam rantai usaha yang lebih besar,” ujarnya.
Pemprov Riau juga mendorong investor menggunakan layanan perbankan daerah, salah satunya Bank Riau Kepri Syariah. Langkah ini diharapkan membuat perputaran transaksi dan likuiditas dari aktivitas investasi lebih banyak bergerak di dalam perekonomian regional.
Pemprov Riau memberikan Riau Investment Award kepada sejumlah perusahaan dengan kinerja pelayanan terbaik. Penghargaan itu menegaskan bahwa capaian investasi bukan sekadar mengejar posisi daerah dengan nilai investasi terbesar.
Tantangan berikutnya adalah memastikan modal yang masuk ikut membuka kesempatan kerja, memperluas pasar UMKM, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Pemprov Riau berkomitmen menjaga keberlanjutan iklim usaha yang sehat.
“Pemprov Riau berkomitmen terus membuka ruang tumbuh bersama, memperluas kemitraan, dan memperkuat ekonomi daerah. Modal yang masuk harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama melalui lapangan kerja dan peluang usaha,” ujar Hariyanto.









