• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Potensi Pendapatan dari Pajak Air Permukaan per Batang Sawit Mencapai Rp1 Triliun, Berikut Rinciannya

Pada skenario terendah dengan 463 juta batang, potensi penerimaan menyentuh Rp788 miliar. Sementara untuk skenario tertinggi nilainya bisa mencapai Rp828 miliar.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Februari 2026
Potensi Pendapatan dari Pajak Air Permukaan per Batang Sawit Mencapai Rp1 Triliun, Berikut Rinciannya

Kepala Bapenda Provinsi Riau Nino Wastikasari | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry F.

206
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pemprov Riau masih akan melakukan pendalaman kajian terkait rencana penerapan Pajak Air Permukaan (PAP) khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit. Namun, potensi penerimaan daerah sangat menjanjikan dan dapat mendukung PAD Riau selain dari Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit.

Seperti yang sudah diwacanakan, pungutan Pajak Air Permukaan dilakukan berdasarkan hitungan per batang sawit. Nilainya sebesar Rp1.700 per batang. Adapun estimasi penerimaan daerah — jika kebijakan ini benar-benar diterapkan — bisa mencapai ratusan miliar rupiah, bahkan mendekat Rp1 triliun.


Estimasi Penerimaan Daerah

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, luas kebun sawit Riau sekitar 3,41 juta hektare tahun 2024. Angka ini menempatkan Riau sebagai provinsi dengan hamparan sawit terluas di Indonesia.

Dengan asumsi rata-rata populasi 136 hingga 143 batang per hektare, total pohon sawit di Riau diperkirakan berjumlah pada kisaran 463 juta hingga 487 juta batang. Jika menggunakan angka tengah 140 batang per hektare, jumlahnya sekitar 477 juta batang.

Apabila setiap batang dipungut retribusi Rp1.700, maka potensi penerimaan yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp811 miliar. Perhitungan ini berasal dari estimasi 477 juta batang dikalikan Rp1.700 per batang.

Pada skenario terendah, dengan 463 juta batang, potensi penerimaan tetap menyentuh Rp788 miliar. Sementara pada skenario tertinggi, dengan 487 juta batang, nilainya bisa mencapai Rp828 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pungutan berbasis jumlah batang memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Bahkan, nominalnya hampir setara Rp1 triliun, angka yang sangat besar dalam struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kerangka hitungan dasarnya memang seperti itu, tapi sekarang kajiannya masih kami dalami, dan setiap daerah besaran pungutannya bisa saja berbeda-beda,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau Nino Wastikasari, saat dihubungi Bertuahpos, Selasa, 16 Februari 2026, di Pekanbaru.

Sejauh ini, sawit menjadi satu-satunya komoditi perkebunan yang bisa diandalkan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Riau (selain migas). Jutaan hektare lahan sawit produktif menghasilkan tandan buah segar (TBS) setiap hari, menopang industri pengolahan hingga ekspor crude palm oil (CPO).

“Secara utuh formulasi penerapannya masih kami hitung. Kalau merujuk di Sulbar kan yang dipungut hanya sawit perusahaan. Yang jelas memang harus ada kajian dulu lah,” ujar Nino.***

Tags: ekonomikelapa sawitPAD riaupajak air permukaan
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga TBS Swadaya di Riau Naik, Harga Tertingginya Segini. Harga CPO
Ekonomi

Harga TBS Kelapa Sawit Plasma di Riau Juga Turun, Cek Selengkapnya di Sini

...

Read moreDetails
Ekspor Nonmigas Riau Tumbuh 8,14 Persen. Harga TBS Sawit Riau

Harga TBS Sawit Riau Turun, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.912,24 per Kg

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Soal BUMD, DPR Inisiasi UU Baru dan Dirjen Khusus untuk Pemberdayaan Aset Daerah

Soal BUMD, DPR Inisiasi UU Baru dan Dirjen Khusus untuk Pemberdayaan Aset Daerah

Next Post
Potensi Ekonomi Baru dari Buah Sukun yang Ternyata Sangat Diminati Pasar Ekspor

Potensi Ekonomi Baru dari Buah Sukun yang Ternyata Sangat Diminati Pasar Ekspor

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.