BERTUAHPOS — Akselerasi pembangunan gerai, gudang dan sarana penunjang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) digesa dengan mempercepat penyediaan lahan. Pemerintah ingin menjadikan koperasi itu sebagai pusat penguatan ekonomi daerah, kata Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.
“Kami berharap program Koperasi Merah Putih mampu memperkuat koperasi dan UMKM di tingkat desa dan kelurahan secara berkelanjutan,” katanya di Pekanbaru, Kamis, 11 Desember 2025.
Adapun program koperasi itu akan dijalankan secara bertahap, mulai dari pembangunan fisik dan berlanjut kepada pembinaan sumber daya manusianya. Saat ini, Syahrial mengklaim pelatihan pengurus koperasi sedang berlangsung di seluruh kabupaten dan kota untuk memastikan manajemen berjalan optimal.
Namun, hal yang lebih penting dari semua itu yakni ketersediaan infrastruktur pendukung untuk program Koperasi Merah Putih. Oleh karenanya percepatan penyediaan lahan menjadi prioritas utama.
Dari total 1.591 desa dan 275 kelurahan, sebanyak 1.866 lokasi menjadi target pembentukan KDKMP. Masalahnya, Syahrial mengakui bahwa penyediaan lahan hingga belum merata.
Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa dan Kelurahan (Simkopdes), sebanyak 1.837 KDKMP atau 98% telah memiliki faktur koperasi. Namun, baru 1.231 unit atau sekitar 66% yang memiliki lahan. Sementara itu, gerai aktif baru mencapai 283 unit atau 13%.
Selain itu, Koperasi Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan gerai tercatat sebanyak 419 titik atau sekitar 26%. Pemprov berupaya mempercepat pemenuhan lahan “agar pembangunan gerai dapat berjalan lebih cepat,” jelasnya.
Syahrial menjelaskan bahwa koperasi itu telah mengembangkan tujuh jenis unit usaha. Beberapa di antaranya meliputi gerai sembako, klinik, apotek, simpan pinjam, gudang logistik, dan usaha lain yang disesuaikan dengan potensi daerah.
Hadirnya koperasi besutan Presiden Prabowo Subianto itu juga diyakini mampu memangkas rantai pasok kebutuhan pangan masyarakat—yang selama ini menjadi penyebab tingginya harga sembako.
“Itu bisa dilakukan dengan suplai barang langsung dari distributor yang bekerja sama dengan BUMN, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.***









