BERTUAHPOS.COM — Harga CPO (minyak sawit mentah) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup dengan harga rendah pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.
Kekhawatiran pasar terhadap peningkatan produksi dalam beberapa pekan mendatang menjadi pemicu utama anjloknya kontrak berjangka minyak sawit mentah.
David Ng, trader internal Iceberg X Sdn Bhd, menyebut pelemahan di pasar minyak kedelai turut membebani sentimen pasar saat ini. “Pelemahan tersebut semakin membebani sentimen pasar,” ujarnya dikutip dari Bernama, Rabu, 1 Juli 2026.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot bulan Juli 2026 terkoreksi RM49 menjadi RM4.474 per ton. Kontrak Agustus 2026 juga melemah RM40 ke posisi RM4.518, sedangkan kontrak September 2026 turun RM42 menjadi RM4.546 per ton.
Kontrak Oktober 2026 dan November 2026 masing-masing mencatat penurunan sebesar RM43 menjadi RM4.569 dan RM4.590 per ton. Adapun kontrak Desember 2026 tercatat turun RM38 menjadi RM4.615 per ton pada akhir sesi.
David Ng memperkirakan harga CPO masih akan bertahan pada rentang level support dan resistance tertentu. Ia mencermati adanya potensi harga untuk tetap berada di atas level psikologis penting.
“Kami melihat harga akan didukung di atas RM4.500 per ton dan resistensi di RM4.680,” ujarnya. Hal ini sekaligus menjadi acuan pelaku pasar di tengah tekanan jual yang masih mendominasi perdagangan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat meningkat tajam menjadi 75.359 lot dibandingkan Senin sebelumnya yang hanya 43.096 lot. Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya peningkatan partisipasi pelaku pasar.
“Kami mencermati adanya divergensi antara volume yang naik dan open interest yang turun,” ujar David Ng. Data menunjukkan open interest tercatat turun menjadi 288.947 kontrak dari sebelumnya 285.102, yang menandakan adanya aksi ambil untung.
Di pasar fisik, harga CPO untuk wilayah Selatan pada bulan Juli turun RM50 menjadi RM4.500 per ton. Penurunan harga fisik ini selaras dengan pelemahan yang terjadi di pasar berjangka utama.
Dengan kombinasi tekanan dari sisi produksi dan sentimen eksternal yang melemah, pergerakan harga CPO ke depan diprediksi masih akan sangat fluktuatif. Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan produksi sawit dan harga minyak kedelai.









