BERTUAHPOS.COM — IHSG dibuka melemah 0,18% ke 6.026,91 pada Selasa, 14 Juli 2026, akibat aksi jual asing senilai Rp413 miliar. Stable outlook S&P untuk Indonesia menjadi katalis penguatan menuju level 6.150.
Para analis meyakini bahwa menilai koreksi pagi ini bersifat sementara. Ia menyebut IHSG berpotensi kembali menguat jika mampu menembus level resisten 6.050.
“IHSG berpotensi naik kembali jika mampu menembus level 6.050. Target penguatan jangka pendek menuju area 6.150 dengan katalis stable outlook S&P untuk Indonesia,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam riset hariannya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka melemah 10,92 poin pada pukul 09.02 WIB. Indeks bergerak di rentang terendah 6.020,36 dan sempat menyentuh posisi 6.065,39.
Sebanyak 272 saham menguat, 181 saham terkoreksi, dan 214 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.535,01 triliun.
Pada Senin, 13 Juli 2026, IHSG ditutup melesat 1,92% di tengah sentimen positif. Koreksi pagi ini dipicu pelemahan saham-saham big caps seperti BMRI, AMMN, dan DSSA.
“Stable outlook S&P memberikan fondasi kuat bagi pasar saham Indonesia. Kami merekomendasikan akumulasi beli pada saham-saham big caps yang terkoreksi,” pungkas Fanny.









