BERTUAHPOS — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terus memacu transformasi bisnis dengan fokus mengembangkan sumber pendapatan baru di luar sektor konektivitas, khususnya di luar kontribusi Telkomsel. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menyatakan pihaknya mendorong Telkom untuk mempercepat pengembangan portofolio bisnis non-konektivitas sebagai motor pertumbuhan baru. “Perusahaan juga perlu segera membentuk struktur strategic holding agar operasional lebih efisien, nilai perusahaan meningkat, dan daya saing berkelanjutan tercapai,” kata Anggia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen Telkom, Rabu (2/7/2025).
Anggia juga menyambut baik kehadiran Dian Siswarini sebagai Direktur Utama Telkom yang baru. Ia berharap semangat transformasi dari jajaran manajemen baru dapat membawa Telkom menjadi perusahaan digital kelas dunia.
“Komisi VI optimistis bahwa kepemimpinan baru Telkom dapat membawa visi besar, adaptif, dan tetap mengedepankan kepentingan nasional,” ujarnya.
Dian Siswarini dalam paparannya di DPR mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 70% pendapatan TLKM masih berasal dari Telkomsel. Karena itu, strategi awal difokuskan pada penguatan kinerja Telkomsel, antara lain dengan memanfaatkan teknologi Customer Value Management untuk meningkatkan Average Revenue per User (ARPU).
“Kami sedang menyusun strategi segmentasi dan branding yang tepat agar setiap segmen pasar dapat dilayani secara optimal,” jelas Dian.
Namun, ia menegaskan bahwa ketergantungan pada Telkomsel saja tidak cukup. Manajemen TLKM juga akan mengoptimalkan kontribusi dari anak-anak usaha lainnya agar pendapatan perusahaan bisa lebih seimbang dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi transformasi, Telkom juga tengah melakukan evaluasi terhadap anak perusahaan dan portofolio bisnisnya. Langkah ini termasuk streamlining atau pengoptimalan unit-unit usaha yang dinilai tumpang tindih atau kurang produktif.
Komisi VI DPR RI pun mengapresiasi upaya Telkom dalam menjaga kinerja keuangan, mempertahankan posisi pasar di sektor seluler dan fixed broadband, serta kontribusinya terhadap penerimaan negara.
Dalam periode 2020–2024, Telkom tercatat memberikan kontribusi signifikan melalui pajak, PNBP, dan dividen senilai Rp241,5 triliun, meski di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Transformasi Telkom ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi perusahaan sebagai digital telco nasional yang mampu berinovasi, bersaing secara global, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.
Editor: Melba | Sumber: Bisnis.com
Simak informasi lainnya tentang Bisnis









