BERTUAHPOS — Pemprov Riau berharap industri migas benar-benar memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di Riau, salah satunya lewat Dana Bagi Hasil (DBH) migas.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan bahwa harapan ini tidaklah muluk-muluk, mengingat Riau berkontribusi besar terhadap migas nasional.
“Pemda sangat mendukung upaya peningkatan produksi hulu migas, khususnya di Blok Rokan. Kami menyadari bahwa target migas 1 juta barel per hari pada 2030,” katanya saat peresmian CEOR di Rumbai, Pekanbaru, Selasa, 24 Desember 2025.
Menurutnya, penurunan Dana Bagi Hasil Migas yang diterima Provinsi Riau sangat berdampak terhadap ekonomi dan pembangunan Riau.
Padahal, Riau pernah memperoleh DBH Migas hingga Rp3,5 triliun, namun jumlah tersebut menurun signifikan pada 2024.
Kendati demikian, Pemprov Riau memahami bahwa turunnya DBH migas diakibatkan tingginya dana investasi yang diperlukan KKKS untuk mengangkat produksi migas di tengah penurunan alami.
Artinya, Riau terpaksa harus mengalah selangkah, dengan harapan daerah akan mendapatkan DBH migas yang lebih tinggi seiring dengan naiknya lifting migas.
“Tentu harapannya dengan peningkatan produksi minyak ke depan dapat berdampak langsung pada kenaikan DBH yang diterima daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, SF Hariyanto menegaskan betapa pentingnya DBH Migas bagi pembangunan daerah.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta kebutuhan dasar masyarakat di berbagai wilayah Riau.
Untuk mendukung kelancaran operasi migas, Pemprov Riau telah membentuk Satgas Percepatan Operasi Hulu Migas.
“Satgas ini bertugas menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan industri migas,” tambahnya.***









