BERTUAHPOS — Pemerintah Inggris berencana melarang praktik merebus lobster dan kepiting dalam kondisi hidup sebagai bagian dari strategi kesejahteraan hewan terbaru. Rencana tersebut tertuang dalam dokumen strategi yang diterbitkan pemerintah pada Senin, 22 Desember 2025.
Kebijakan ini melanjutkan keputusan Inggris pada 2022 yang secara resmi mengakui krustasea dekapoda, seperti lobster dan kepiting, serta Mollusca cephalopoda sebagai makhluk hidup yang memiliki kesadaran dan mampu merasakan sakit, dikutip dari SindoNews.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah menilai masih terdapat kesenjangan pemahaman terkait bagaimana hewan-hewan ini diperlakukan sepanjang rantai pasokan, mulai dari penangkapan hingga proses pembunuhan. Kondisi ini dinilai menyulitkan upaya pencegahan rasa sakit dan penderitaan yang tidak perlu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah Inggris berencana menerbitkan panduan resmi tentang metode pembunuhan yang lebih manusiawi bagi krustasea. Pemerintah menegaskan bahwa praktik perebusan hidup-hidup dinilai tidak dapat diterima.
Sebagai alternatif, pemerintah merekomendasikan metode lain seperti pembekuan atau penggunaan alat penyetrum listrik yang dirancang khusus untuk memingsankan hewan sebelum dibunuh.
Praktik merebus lobster dan kepiting hidup telah berlangsung selama berabad-abad, terutama sejak hewan laut ini menjadi komoditas populer di pasar Eropa dan Amerika Utara pada abad ke-18 dan ke-19. Pada masa itu, krustasea diyakini tidak memiliki kemampuan merasakan sakit.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, praktik tersebut menuai kritik tajam seiring berkembangnya bukti ilmiah yang menunjukkan krustasea dekapoda dapat merasakan nyeri dan penderitaan.
Lembaga kesejahteraan hewan Crustacean Compassion menyatakan kepiting, lobster, dan udang mengalami penderitaan ekstrem saat direbus hidup-hidup. Menurut mereka, hewan-hewan tersebut dapat merasakan sakit hebat hingga tiga menit sebelum mati.
Organisasi tersebut telah lama mendesak pemerintah Inggris untuk mengakhiri praktik yang mereka sebut sebagai tindakan barbar terhadap hewan laut.
Di sisi lain, kelompok industri memperingatkan bahwa tekanan komersial akan mempengaruhi penerapan kebijakan ini. Asosiasi Kerang Britania Raya menyebut konsumen cenderung menginginkan lobster dan kepiting hidup karena dianggap lebih segar dan bernilai tinggi.***
Asosiasi tersebut juga menyoroti biaya alat pemingsan yang manusiawi, yang diperkirakan mencapai USD4.700. Biaya ini dikhawatirkan memberatkan restoran dan hotel, serta mendorong pelaku usaha beralih ke produk makanan laut beku impor.***









