BERTUAHPOS.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah bagi perusahaan berorientasi ekspor. Langkah ini sebagai bagian dari strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Hal ini disampaikan Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival di Yogyakarta, Jumat, 22 Mei 2026. “Dari situ, masyarakat atau businessman bisa melihat betapa serius kita memperbaiki ekonomi dan investasi,” ungkap Purbaya.
Dia menambahkan, dukungan pembiayaan ini akan disalurkan melalui Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, yakni Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dengan tingkat bunga sekitar 5 hingga 6 persen.
Purbaya menjelaskan, pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan sekaligus dengan menggabungkan kekuatan belanja pemerintah dan akselerasi sektor swasta sebagai motor utama penggerak ekonomi.
Penguatan likuiditas perbankan dan dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif menjadi instrumen utama agar roda ekonomi bergerak lebih agresif dan merata.
“Gimana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang ada di perbankan sehingga masuk ke perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan sektor swasta juga. Jadi sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta, dan ini akan kita jalankan terus ke depan,” papar Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, target pertumbuhan 8 persen hanya bisa dicapai apabila dunia usaha mendapat dukungan likuiditas yang memadai, kemudahan investasi, serta akses pembiayaan yang kompetitif.
Salah satu langkah konkret yang sudah diambil adalah memindahkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit kepada dunia usaha.
“Jadi angka 8 persen itu memang tinggi, tapi bukan angka yang mustahil. Kalau sekarang saya sudah mulai melihat gimana cara memperbaikinya. Pertama, saya pastikan swasta bisa tumbuh dengan kecukupan uang di sektor finansial,” jelas Purbaya.
Untuk memperbaiki iklim investasi secara struktural, pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang beranggotakan lintas kementerian.
Satgas ini bertugas mengatasi berbagai hambatan investasi, termasuk persoalan perizinan dan koordinasi antarinstansi yang selama ini kerap menjadi ganjalan bagi pelaku usaha.
“Melalui pendekatan lintas sektor ini, sejumlah proyek strategis nasional yang sebelumnya terhambat kini dapat dipercepat proses penyelesaiannya,” katanya.
Purbaya meyakini kombinasi antara kebijakan fiskal yang ekspansif, penguatan likuiditas, dan perbaikan iklim investasi akan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama.









