• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Potensi 11,3 Miliar Barel Minyak, Pemerintah Siapkan Insentif MNK

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Mei 2026
Potensi 11,3 Miliar Barel Minyak, Pemerintah Siapkan Insentif MNK

Foto: Ilustrasi / Bertuahpos.

156
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan aturan baru berupa insentif MNK atau Migas Non-Konvensional guna mempercepat pengembangan sektor energi masa depan Indonesia.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman, di sela-sela IPA Convex, Tangerang, Banten, Rabu malam, 20 Mei 2026. “Kami coba revisi beberapa peraturan yang memungkinkan untuk kami bisa percepat pengembangan MNK,” ujar Laode.

Dia menyebut, aturan baru tersebut akan berbentuk keputusan menteri (kepmen) dan ditargetkan tuntas pada tahun ini sebagai landasan hukum percepatan pengembangan MNK di Indonesia.

Laode menjelaskan, pemerintah sebenarnya sudah memiliki kepmen yang mengatur soal pengembangan MNK, namun sejumlah ketentuan di dalamnya perlu diperbarui agar dukungan kepada Pertamina semakin kuat.

Revisi Kepmen ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian ESDM untuk memastikan pengembangan insentif MNK berjalan dengan landasan regulasi yang lebih solid dan kompetitif.

“Tapi ada beberapa hal yang perlu kami revisi untuk memperkuat dukungan kami ke Pertamina,” ucap Laode.

Kementerian ESDM juga sudah menggelar rapat khusus bersama Pertamina sebagai badan usaha yang akan menjadi ujung tombak pengembangan MNK di Indonesia.

Koordinasi intensif ini dilakukan untuk memastikan setiap kebutuhan Pertamina di fase awal pengembangan MNK dapat diakomodasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.

“Kita baru mulai mengembangkan MNK, dan Pertamina butuh dukungan di awal-awal. Ada insentif, kemudahan-kemudahan, nah itu kami dukung,” kata Laode.

Laode juga menyoroti keberhasilan Amerika Serikat yang mampu memproduksi minyak dalam jumlah besar dan jangka panjang berkat pengembangan MNK yang sudah dilakukan sejak lama. Indonesia, kata Laode, menginginkan pencapaian serupa dengan menjadikan migas nonkonvensional sebagai andalan produksi energi nasional ke depan.

“Memang migas nonkonvensional ini andalan kita ke depan. Kita lihat produksi terbesar mereka, Amerika Serikat, kan karena migas nonkonvensional. Kami juga mau itu,” tegas Laode.

Di forum yang sama, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan Indonesia menyimpan potensi sumber daya MNK yang sangat besar, yakni mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO).

Temuan ini menjadi sinyal optimisme di tengah berakhirnya era easy energy, sebuah kondisi di mana akses terhadap sumber daya migas konvensional kian terbatas dan menuntut industri untuk berinovasi dengan teknologi baru.

Oki menegaskan, pekerjaan rumah terbesar Indonesia saat ini adalah bagaimana pemerintah menghadirkan regulasi dan kebijakan fiskal yang kompetitif untuk mendukung pengembangan sumur migas nonkonvensional secara masif.

Insentif MNK yang tengah disiapkan Kementerian ESDM menjadi langkah awal yang sangat dinantikan industri untuk membuka pintu investasi lebih lebar.

“Setelahnya, kami akan mengundang mitra-mitra dan perusahaan untuk menciptakan ekosistem seperti yang dimiliki oleh Permian Basin di Amerika Serikat,” ujar Oki.

Tags: energimigasnasional
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Kanada Invenstasi Rp10,5 Triliun untuk Jaga Arktik dari Rusia dan China

Kanada Invenstasi Rp10,5 Triliun untuk Jaga Arktik dari Rusia dan China

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.