BERTUAHPOS – Harga CPO (minyak sawit mentah) di Bursa Malaysia Derivatives terpaksa mendarat di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa, 14 April 2026. Pelemahan ini dipicu oleh tekanan hebat dari sektor energi global, di mana harga minyak mentah dunia yang terus merosot menjadi beban utama bagi komoditas unggulan ini.
David Ng, pedagang internal Iceberg X Sdn Bhd, mengungkapkan bahwa harga CPO terkoreksi hingga di bawah level RM4.500 per ton. Kondisi ini terjadi secara simultan setelah harga minyak mentah tergelincir ke bawah angka US$100 per barel. Pelemahan sektor energi sangat berdampak karena sawit merupakan bahan baku utama produksi biofuel.
“Penurunan harga minyak mentah telah membebani harga minyak sawit, karena komoditas ini banyak digunakan sebagai bahan baku biofuel,” katanya dikutip dari Bernama, Rabu, 15 April 2026.
Minyak mentah Brent tercatat turun 1,57 persen ke level US$97,80 per barel. Ng menambahkan, sentimen pasar kian terpuruk akibat laporan penurunan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), yang seringkali menjadi acuan substitusi bagi pasar minyak nabati global.
Terkait proyeksi pergerakan pasar ke depan, Ng memprediksi akan terjadi dinamika pada area support dan resistance tertentu. “Kami memperkirakan harga akan mendukung di RM4.400 per ton dan harga akan menolak di RM4.550 per ton,” tuturnya.
Berdasarkan data penutupan perdagangan, kontrak April dan Mei 2026 kompak melandai masing-masing RM91 menjadi RM4.359 dan RM4.420 per ton. Tren negatif serupa membayangi kontrak Juni 2026 yang turun RM89 ke angka RM4.466 per ton. Sementara itu, kontrak Juli 2026 menyusut RM81 menjadi RM4.491, diikuti Agustus 2026 yang turun RM77 ke RM4.489, dan September 2026 yang terkikis RM70 menjadi RM4.479 per ton.
Meski harga melandai, aktivitas pasar justru menunjukkan lonjakan signifikan. Volume perdagangan melesat tajam ke angka 107.900 lot dari sebelumnya 66.741 lot pada hari Senin. Selain itu, *open interest* juga merangkak naik menjadi 264.587 kontrak. Di pasar fisik, harga CPO untuk April South tercatat anjlok sedalam RM120, kini tertahan di posisi RM4.460 per ton.[]









