BERTUAHPOS — Kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/1). Penguatan harga terjadi seiring kenaikan harga minyak kedelai yang turut menopang sentimen pasar komoditas nabati.
Pedagang independen David Ng dari Iceberg X Sdn Bhd mengatakan, harga minyak mentah yang lebih tinggi ikut mendorong optimisme pelaku pasar. “CPO masih mendapat dukungan kuat di level RM4.180 per ton dengan area resistensi di kisaran RM4.300 per ton,” ujarnya dikutip dari Bernama, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurut Ng, pergerakan harga CPO masih berada dalam tren positif meskipun pasar mulai berhati-hati menyikapi reli harga yang cukup cepat dalam beberapa hari terakhir. Sentimen eksternal, khususnya dari pasar minyak nabati global, masih menjadi penentu arah pergerakan.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menyebut pasar CPO mulai menunjukkan sikap waspada setelah mengalami kenaikan tajam sejak pekan lalu. Ia menilai aksi ambil untung berpotensi muncul menjelang akhir pekan perdagangan.
Sathia juga menambahkan, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia yang berkelanjutan berpotensi membatasi kenaikan harga CPO lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat memengaruhi daya saing ekspor dan minat beli dari pasar internasional.
Pada penutupan perdagangan, kontrak Februari 2026 naik RM16 menjadi RM4.198 per ton. Kontrak Maret 2026 menguat RM13 menjadi RM4.256 per ton, sementara kontrak April 2026 bertambah RM12 menjadi RM4.272 per ton.
Kontrak Mei 2026 tercatat naik RM14 menjadi RM4.266 per ton, disusul kontrak Juni 2026 yang meningkat RM16 ke level RM4.248 per ton. Adapun kontrak Juli 2026 menguat tipis RM12 menjadi RM4.223 per ton.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan turun menjadi 73.426 lot dari 120.825 lot pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, open interest juga melemah menjadi 216.758 kontrak dari 218.306 kontrak.
Di pasar fisik, harga CPO untuk wilayah Selatan Malaysia pengiriman Februari tercatat naik RM10 menjadi RM4.210 per ton, mengindikasikan penguatan harga tidak hanya terjadi di pasar berjangka tetapi juga di pasar spot.***









