BERTUAHPOS — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin, 19 Agustus. Penurunan ini terjadi setelah reli harga tajam baru-baru ini dinilai berpotensi menghambat permintaan lebih lanjut.
Pedagang minyak sawit David Ng menjelaskan, selisih harga antara minyak sawit dan minyak kedelai yang terus melebar membuat minyak sawit menjadi lebih mahal dibandingkan minyak kedelai. Kondisi ini menekan sentimen pasar.
“Harga minyak kedelai yang lebih rendah jelas membebani pasar. Kami melihat dukungan harga pada RM4.500 dan resistensi di RM4.680,” kata Ng kepada Bernama.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot September 2025 turun RM27 menjadi RM4.449 per ton, kontrak Oktober 2025 turun RM31 menjadi RM4.429, dan kontrak November 2025 turun RM38 menjadi RM4.521 per ton.
Kontrak Desember 2025 juga melemah RM42 menjadi RM4.530 per ton, kontrak Januari 2026 turun RM43 menjadi RM4.527, dan kontrak Februari 2026 turun RM44 menjadi RM4.503.
Volume transaksi melonjak menjadi 95.632 lot dari 70.059 lot pada hari sebelumnya. Sementara itu, open interest naik menjadi 253.319 kontrak dibandingkan 249.400 sebelumnya. Untuk harga CPO fisik Agustus Selatan, posisi tetap tidak berubah di RM4.470 per ton.***









